Gandeng Santri, Awasi Jalannya Pemilu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

UNGARAN–Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) diminta ikut aktif dalam melakukan pengawasan saat ajang Pilgub Jateng 2018 mendatang. Sebagai implementasi pengawasan partisipatif.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subhi saat diskusi bertajuk ‘Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pilkada 2018’ di Hotel Wujil Ungaran, Rabu (1/11). “Kami kali ini memberikan informasi terkait pemilu, supaya santri terlibat dalam proses pemilu tidak hanya memberikan suara namun juga pengawasannya,” ujar Fajar.

Dalam rangka pencegahan terjadinya pelanggaran Pilgub Jateng pihaknya mencoba untuk melibatkan sebanyak-banyaknya kelompok masyarakat. “Khususnya kelompok yang dipandang sebagai tempat untuk menyemai kebaikan,” ujarnya.

Kelompok tersebut yaitu guru, pemilih pemula, pramuka, dan dengan pondok pesantren. “Mereka sangat energik punya idealisme,” ujarnya.

Fajar mengatakan pesantren khusus di Jateng masih mengajarkan nilai yang baik seperti halnya melarang money politics. “Di pesantren pasti diajarkan bagaimana memilih seorang pemimpin yang baik dan jabatan bukan sesuatu yang diperdagangkan. Kami cuma menginformasikan ke santri salahsatu cara yang tidak baik yaitu dengan pembelian suara,” katanya.

Diharapkan apabila para santri tersebut menemui adanya money politics langsung melaporkan kepada Bawaslu Jateng. “Dengan adanya santri, kita harapkan mereka untuk menyebarluaskan paham ini,” katanya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), Arif Hidayat yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa keberadaan partisipasi pengawasan masyarakat di luar penyelenggara sangat penting. “Itu untuk mewujudkan pemilihan kepala daerah yang bersih, berkualitas dan bermartabat untuk memperoleh pemimpin yang amanah dan bersih,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -