33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Ditinggal Pergi, Rumah Habis Dilalap Api

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN – Si jago merah kembali mengamuk di Kabupaten Semarang. Kali ini, si jago merah melalap habis rumah salah seorang warga di Dusun Mawar Kidul, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Rabu (1/11) kemarin, pukul 15.00. Api yang membakar rumah milik Pariem, 49, tersebut diduga berasal dari tungku dapur yang lupa dimatikan.

Hal itu dijelaskan oleh beberapa saksi mata di tempat kejadian. Suparno, 45, warga RT 03/03 Dusun Mawar Kidul mengungkapkan jika pada awalnya warga mengetahui dari kabut asap tebal yang keluar dari rumah bagian belakang korban. “Bau kayak sangit gitu. Penasaran saya keluar rumah tak taunya ada asap tebal dari belakang rumah Bu Pariem,” ujar Suparno.

Mengetahui hal tersebut ia langsung teriak-teriak meminta bantuan warga yang lain. Tak berselang lama, beberapa warga setempat mendatangi lokasi kejadian. Saat itu, kondisi rumah korban dalam keadaan kosong dan terkunci dari luar. Sehingga warga merasa kesulitan masuk ke bagian belakang rumah.

Menggunakan peralatan yang seadanya, warga berusaha menyiramkan air ke kobaran api. Namun hal tersebut tidak mampu menundukkan api yang justru malah semakin membesar. “Dari belakang apinya sudah terlihat berkobar, namun warga masih berusaha memadamkannya,” katanya.

Saksi lain, Andi Rukma, 29, mengungkapkan jika saat kebakaran terjadi si pemilik rumah tidak berada di tempat. api semakin membesar karena bagian belakang rumah terbuat ari kayu. “Jadinya api mudah menyebar,” katanya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan jika api berhasil dipadamkan oleh petugas pukul 16.45 WIB. “Hingga kini, sebab dari kebakaran masih diselidiki. Dugaan awal dari tungku di dapur rumah korban,” katanya.

Dijelaskan Tajudin, saat petugas Damkar sampai lokasi kejadian api sudah berkobar hingga membakar rumah bagian depan korban. Alhasil 95 persen rumah korban tersebut hangus terbakar api. “Meski bagian depan rumah korban itu tembok namun juga tetap terbakar. Api dari belakang,” katanya.

Selain menggunakan satu unit mobil Damkar, pemadaman juga dibantu warga sekitar. “Saat peristiwa terjadi memang rumah yang dihuni oleh Sapari dan Pariem tersebut dalam keadaan kosong,” ujarnya. Sehingga, tidak memakan korban jiwa dalam kejadian tersebut. meski begitu, kerugian material dari kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Dari peristiwa tersebut tak satupun barang berharga milik korban yang bisa diselamatkan. Dijelaskan Tajudin, kejadian serupa juga pernah terjadi di Desa Penawangan Kecamatan Ungaran Timur. Dimana karena tungku dapur rumah warga yang lupa dimatikan 10 rumah terbakar dan rata dengan tanah. “Kita mengimbau untuk warga dalam hal ini tetap berhati-hati. Apabila mau bepergian atau keluar rumah harus dicek apakah masih ada api di dalam rumah yang menyala atau tidak,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

AFP Jateng Gelar Kongres Tahunan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Tengah saat ini terus menjalankan program baik untuk peningkatan prestasi maupun kemajuan organisasi. Hal itu tertuang...

Data Utama Alokasi Pupuk Bersubsidi

SEMARANG - Program Kartu Tani merupakan salah satu upaya mereformasi subsidi pupuk dan penyempurnaan data petani. Tranparansi dan akurasi data Kartu Tani sangat penting...

Nonton dengan Hati, Kerap Nangis Berjamaah

RADARSEMARANG.COM - Lima belas tahun berkumpul untuk mendukung tim kesayangannya, PSIS, banyak suka duka, serta perjuangan yang dirasakan Panser Girl Semarang. Apa saja cerita dari...

Diamuk Massa, 1 Tewas 2 Luka

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Aksi amuk massa terjadi di depan rumah tahanan (Rutan) Demak, Minggu (22/4) dinihari sekitar pukul 02.15. Akibatnya, seorang tewas dan tiga...

Anak Ibu Tewas Terlindas Truk

UNGARAN-Nahas menimpa Anis Musbiatul, 6, dan ibu kandungnya Lili Musabiatun Nur, 39, warga Gunungpati Semarang, Selasa (28/2) kemarin. Keduanya tewas terlindas truk dalam kecelakaan...

Penusuk Istri Dijaga Ketat Polisi

WONOSOBO—Kasus pembunuhan mirip dr Ryan Helmi yang membunuh istrinya, dr Lety Sultri, karena menolak digugat cerai, terjadi di wonosobo. Tepatnya, di Desa Ngadiwongso, Kecamatan...