33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Armada Hada Graha dan Kafe Yege Damai

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Kasus ambruknya crane yang dipakai untuk memasang atau memindahkan cor beton yang menimpa pagar kafe Yege di Jalan Diponegoro, Sabtu (28/10) malam berakhir damai. Difasilitasi oleh polres, kedua pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perselisihan mengenai ambruknya crane itu.

Pemilik kafe Joko Soerowo melalui kuasa hukumnya Suroso Kuncoro SH menuturkan, pihaknya sejak awal hanya ingin adanya itikad baik dari rekanan. Kasus ini sempat diadukan ke polres setelah ada oknum pekerja yang berselisih paham dengan Joko Soerowo dan bahkan menantang untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Sejak awal, klien kami mengatakan tidak akan menuntut materi dan hanya penjelasan serta permintaan maaf. Dan oknum yang berselisih paham sudah datang dan meminta maaf sehingga bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Suroso Kuncoro saat ditemui di mapolres, kemarin.

Sementara itu, Tri Hatmanto selaku manajer projects PT Armada Hada Graha, rekanan pelaksana proyek mengaku ada kesalahan prosedur dalam proses pemindahan beton yang berakhir dengan insiden tersebut.

“Kami meminta maaf dan tengah menyelidiki internal untuk mencari tahu mengenai kejadian  sebenarnya. Insiden terjadi di angkatan ketiga,” jelas Tri Hatmanto.

Menurutnya, alat berat yang digunakan masih sangat layak dan jauh di atas kapasitas yang diangkat. Dan secara teori seharusnya tidak ada masalah. “Yang jelas, dengan kejadian ini, kami semua semakin berhati-hati dalam melakukan pekerjaan agar tidak terulang kejadian serupa,” jelas dia. Pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaannya adalah pembuatan trotoar di jalan Diponegoro dari pusat kota sampai batas kota.

Dijelaskan, dengan kejadian ini memang menjadikan ada kemunduran jadwal pengerjaan antara 2-3 hari. Namun pihaknya bertekad tetap menyelesaikan hingga batas akhir yakni 27 Desember mendatang.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mendukung adanya kesepahaman antara pemilik kafe dan rekanan setelah ada mediasi sehingga kasusnya tidak berlanjut ke proses hukum, berakhir secara kekeluargaan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi saat crane pengangkut beton saluran ambruk. Crane kehilangan keseimbangan dan ambruk menutup jalan di sekitar perempatan penjara dan menimpa kafe Yege. Alat pengangkut yang ambruk itu, membuat akses jalan terputus sekitar dua jam. Kendaraan dari arah Kauman atau sebaliknya dari arah Kota Salatiga tidak dapat melintas dan harus berputar. (sas/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hadapi Customer dengan Profesional

MENJADI seorang marketing mobil membuat Dian Prihatiningsih harus terus belajar di bidang penjualan ini. Maklum saja, gadis berkulit putih yang akrab disapa Dian ini...

Perawatan Jalan jadi Tantangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng harus menghadapi tantangan baru usai pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang digenjot sejak 2014. Tantangan besar tersebut adalah bagaimana...

Pemilih Pemula Capai 41 Ribu

WONOSOBO—Jumlah pemilih pemula menjelang Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Wonosobo bertambah sekitar 41 ribu. Jumlah ini terbaca dari data agregat kependudukan Wonosobo. Data tersebut...

PNS Dihukum Hormat Bendera Setengah Jam

SEMARANG - Hari Kejepit Nasional (Harpitnas) seperti pada 27 Maret 2017 kemarin berpotensi besar mengganggu pelayanan publik yang dilakukan oleh kantor-kantor pemerintahan. Sebab, pada...

Berhasil Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak tetap fokus pada meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, menangani penurunan kemiskinan dan pengangguran. Hal ini mengemuka dalam musyawarah perencanaan pembangunan...

Usulkan Pembuatan Tempat Permanen Zona Khusus Wisata Kuliner

DPRD Demak melakukan serap aspirasi masyarakat melalui audiensi, kemarin. Serap aspirasi yang berlangsung di gedung DPRD ini bertujuan menjembatani antara pedagang kaki lima (PKL)...