KNPI Demak Gelorakan Semangat Kepemudaan

292
SARASEHAN : Ketua DPD KNPI Demak Haryanto bersama Sekretarisnya Moh Bardi, Pembina KNPI Mulyani M Noor, Joko Sari dari Dinas Pemuda Olahraga dan Rifa Utami dari Kesbangpolinmas mengisi sarasehan Sumpah Pemuda di RM Pondok Ikan, Kota Demak, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SARASEHAN : Ketua DPD KNPI Demak Haryanto bersama Sekretarisnya Moh Bardi, Pembina KNPI Mulyani M Noor, Joko Sari dari Dinas Pemuda Olahraga dan Rifa Utami dari Kesbangpolinmas mengisi sarasehan Sumpah Pemuda di RM Pondok Ikan, Kota Demak, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menggelorakan semangat kepemudaan. Ini seperti dilakukan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Demak, kemarin.

Melalui sarasehan, DPD KNPI Demak ingin mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan. Sarasehan dihadiri oleh Rifah Utami dari Kantor Kesbangpolinmas, Joko Sari dari Dinas Pemuda dan Olah Raga, Mulyani M Noor selaku pembina KNPI serta Haryanto sebagai Ketua KNPI dan Sekretarisnya, Moh Bardi.

Ketua panitia, Toha Senopati menegaskan, membangkitkan kembali semangat pemuda dinilai penting agar roda pembangunan terus berjalan. “Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang terus berupaya mengisi kemerdekaan,” katanya.

Senada disampaikan Sekretaris KNPI, Moh Bardi. Bahwa, untuk membangun nasionalisme pemuda perlu kegigihan dalam berjuang. “Kami dapat mencontoh pemuda Ashabul Kahfi yang teguh mempertahankan keimanan. Dalam konteks sekarang, pemuda dapat mempertahankan NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya,” katanya.

Ketua KNPI Demak, Haryanto menambahkkan, eksistensi KNPI Demak diwujudkan dalam berbagai kegiatan, di antaranya dengan menggelar sarasehan kepemudaan ini. “Kami berikan bekal wawasan kebangsaan agar pemuda lebih kreatif. Kami gandeng Kesbangpolinmas dan Dinas Pemuda dan Olah Raga,” katanya.

Pembina KNPI Demak, Mulyani M Noor menyampaikan bahwa kegigihan pemuda dapat diwujudkan dalam kerja ideologi didukung peran orang tua sebagai pengayom. Dulu, pemuda dihadapkan pada kondisi pemerintahan tirani yang menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyatnya. Para pemuda pun bergerak bersama menentang tirani tersebut. “Konsistensi semangat pemuda seperti ini harus terus menyala di dalam kondisi apapun,” katanya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here