KAGUMI KARYA : Salah satu pengunjung mengagumi hasil ilustrasi yang dipajang di Semarang International Illustration Festival, di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Sabtu (28/10) kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KAGUMI KARYA : Salah satu pengunjung mengagumi hasil ilustrasi yang dipajang di Semarang International Illustration Festival, di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Sabtu (28/10) kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG–Sebanyak 100 karya ilustrasi dari 17 negara dipamerkan dalam acara Semarang International Illustration Festival di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Univesitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (28/10) kemarin. Pameran tersebut untuk merangsang ilustrastor lokal berani berkarya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Ilustrator asal Indonesia ini punya potensi cukup besar. Banyak karyanya dipakai oleh perusahaan asal luar negeri dengan keahlian dan kreativitas yang dimilikinya,” kata Ketua Panitia Semarang International Illustration Festival, Wandah Wibawanto.

Wandah menjelaskan selain bekerja keras dan kreatiif, hasil karya ilustrator lokal pun dianggap lebih unggul dari ilustrator terkenal dari luar negeri. Hal tersebut dipengaruhi banyaknya keberagaman berupa budaya, suku, ras dan yang lainnya yang bisa diangkat dalam dunia ilustrasi.

“Bukan tidak bisa bersaing, kurangnya ilustrator lokal lantaran kurang terekspos dengan baik. Jadi kemampuan itu seakan tidak tampak ke permukaan . Acara ini sengaja dibuat untuk merangsang mereka agar mau berkarya,” bebernya.

Terkait jenis ilustrasi gambar yang dipamerkan kemarin, lanjut Wandah, terdiri atas berbagai karya ilutrasi gambar untuk buku, digital media, trend fashion, dan masih banyak lainnya. Pembuatan karya ilustrasi sendiri dibuat dengan cara manual, digital bahkan penggabungan antara manual dan digital. “Sebenarnya ada 500 karya dari 400 ilustrator dari dalam dan luar negeri. Namun kami pilah sampai masuk 100 karya. Pengumpulan karya sendiri mengundang para ilustrator dengan sosial media secara personal, dan animonya cukup besar,” tambahnya.

Eri Prio, salah satu pengunjung mengaku jika membuat karya ilustrasi bukan perkara mudah. Diperlukan ide dan skill yang tinggi, namun terkadang gambar ilutrasi yang dibuat bisa muncul begitu saja dengan ide yang sederhana. “Karya yang dipajang bisa dibilang out off  the box, ide dan pesan yang diusung pun cukup variatif,” tambahnya. (den/ida)