NEKAT: Beberapa warga melintas di sungai Jeragung, Dusun Sapen, karena jembatan penghubung di wilayah tersebut masih dalam proses perbaikan, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
NEKAT: Beberapa warga melintas di sungai Jeragung, Dusun Sapen, karena jembatan penghubung di wilayah tersebut masih dalam proses perbaikan, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Warga Dusun Sapen Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, berharap adanya percepatan perbaikan jembatan yang melintang di Sungai Jeragung, Dusun Sapen. Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga setempat. Sebagai penghubung wilayah Kabupaten Semarang dengan Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Kepala Dusun (Kadus) Sapen, Desa Candirejo, Budi Narto mengatakan saat masuk ke dalam fase renovasi ini, warga setempat harus melintas sungai Jeragung yang berada di bawah bangunan jembatan Sapen.

“Sudah satu bulan ini warga terpaksa harus nyeberang sungai kalau ingin ke daerah di sekitarnya,” kata Budi, Jumat (27/10).

Jembatan tersebut merupakan akses utama warga Dusun Sapen apabila hendak pergi ke luar wilayahnya.“Kanan kiri wilayah kita dikepung hutan, jalannya juga masih belum bisa dilalui dengan lancar. Apalagi saat penghujan, seperti wilayah terisolir,” katanya.

Setiap pagi, lanjutnya, banyak anak-anak dari Dusun Sapen yang terpaksa menyeberang sungai untuk pergi ke sekolah.“Warga harus menyeberang melalui sungai, yang kasihan anak-anak sekolah,” katanya.

Saat ini, sejumlah material bangunan yang akan digunakan untuk renovasi sudah ada di sekitar jembatan. Hanya saja alat berat seperti crane yang digunakan untuk merangkai material bangunan tersebut belum nampak. “Sebenarnya crane sudah datang, akan tetapi mundur lagi karena melihat medannya yang agak sulit dilalui. Bahkan sudah sempat tiga kali datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Totit Oktoriyanto mengatakan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang telah menganggarkan Rp 700 juta untuk merenovasi Jembatan Sunut.

Totit mengakui ada keterlambatan pengiriman material bangunan serta alat berat untuk merenovasi jembatan.

“Pengiriman konstruksi menunggu cor beton jalan di Demak cukup umur. Tapi sekarang konstruksi sudah ada di lokasi,” katanya.

Sebelumnya, jembatan yang terletak di Timur Laut Kabupaten Semarang, itu hanya terbuat dari kayu lapuk dan tanpa adanya pembatas.

Bahkan, sudah banyak korban berjatuhan dari atas jembatan ke sungai karena tidak ada pagar pengamannya. (ewb/zal)