INOVATIF: Ardita Eka, Willies Meliana dan Fatia Zahra menunjukkan aplikasi i-kot lewat notebook (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
INOVATIF: Ardita Eka, Willies Meliana dan Fatia Zahra menunjukkan aplikasi i-kot lewat notebook (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Tiga siswa SMA Negeri 1 Salatiga membuat aplikasi internet bagi angkutan kota (angkot). Namanya i-kot atau internet angkot. Harapannya, angkutan konvensional ini kembali digemari masyarakat. Seperti apa?

DHINAR SASONGKO

APLIKASI i-kot dibuat oleh  Ardita Eka, Willies Meliana dan Fatia Zahra, ketiganya siswa kelas XII SMA Negeri I Salatiga. Di aplikasi ini ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan, di antaranya fitur i-map, i-kut, i-trayek, i-call, i-lapor dan i-nform.

Fatia Zahra menjelaskan, fitur i-map, sesuai dengan namanya menunjukkan peta (map) angkutan kota secara umum, di kota Salatiga pada khususnya. Kemudian fitur i-kut adalah daftar nomor angkot dan trayek yang akan dilaluinya. Fitur lain adalah i-trayek, di mana pengguna aplikasi bisa mendapatkan informasi angkot jalur berapa yang melalui jalan tertentu.

“Jadi jika kita hendak bepergian, tinggal buka fitur i-kut, nantinya bisa tahu naik angkot nomor berapa. Sedangkan fitur i-trayek adalah angkot nomor atau jalur berapa yang akan melintas di jalan tertentu,” jelas Fatia Zahra.

Fitur lainnya adalah i-call, yang berguna untuk menghubungi kru angkot dan bisa memesan armada angkot. Sedangkan jika ada keluhan atau inovasi berkait dengan fasilitas angkot, sopir maupun kondisi jalan bisa menggunalan fitur i-lapor. Sedangkan fitur i-nform adalah informasi umum menggunakan fitur yang ada di aplikasi i-kot.

“I-call nantinya akan dihubungkan dengan Dinas Perhubungan, paguyuban angkot dan pihak terkait lainnya, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti jika ada keluhan dan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna angkot,” beber Ardita Eka.

Semua aplikasi rancangan pelajar SMAN 1 Salatiga ini juga mendapatkan respons positif. Terbukti, berhasil menyabet juara pertama dalam lomba PolGovdays tingkat nasional yang diselenggarakan Fisipol UGM belum lama ini. Dari delapan peserta yang lolos ke babak final, tim asuhan Maria Rusmiyati Diananingsih ini mendapatkan nilai tertinggi dari para juri.

Dijelaskan pula, pembuatan dasar aplikasi ini membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Para pelajar ini telah menemui pihak Dinas Perhubungan dan juga paguyuban angkot sebelum memulai penelitian. “Termasuk juga, kami menyebar 150 angket kepada masyarakat dan hasilnya 89 persen meminta ada inovasi dan peningkatan pelayanan angkot di Salatiga,” imbuh Willies Meliana.

Yang membuat makin bersemangat, ide brilian ini telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melalui email. Dan kemarin malam, sudah mendapatkan respons bahwa aplikasi ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk meningkatkan dan mempertahankan transportasi konvensional.

Kepala SMA Negeri 1 Salatiga, Suyitno Harmi MPd, menyatakan, pihaknya sangat mendukung kreativitas para pelajar. Hasilnya sangat membanggakan, bukan hanya SMA, melainkan sudah membawa nama Kota Salatiga. “Meskipun sumber daya serba terbatas, namun kreativitas para siswa terbukti bisa melejit dan mendapatkan prestasi yang cukup membanggakan,” jelas Suyitno. (*/aro)