TINJAUAN : Bupati Batang Wihaji saat bertemu dengan masyarakat yang akan periksa kesehatan di Puskesmas (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
TINJAUAN : Bupati Batang Wihaji saat bertemu dengan masyarakat yang akan periksa kesehatan di Puskesmas (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Angka kematian ibu melahiran di  Kabupaten Batang masih sangat tinggi. Bupati meminta kepada Puskesmas sebagai garda kesehatan terdepan agar bisa berikan pelayanan lebih baik.

“Kami akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Termasuk dalam antisipasi tingginya angka kematian ibu melahirkan,” ucap Bupati Batang Wihaji, Senin (23/10).

Bupati menyadari bahwa peran Puskesmas dan bidan desa menjadi garda terdepan dalam  menekan dan mengurangi kematian Ibu melahirkan dan bayi.

Selain itu, bupati meminta dalam pelayanan kesehatan bisa melayani  berbagai karakterisik pasien dengan prima.

Walaupun berbeda latar belakang pendidikan serta kemampuan pasien dalam ekonomi. Bahkan sebagai pelayanan masyarakat bupati meminta pada petugas medis agar melupakan problematika rumah tangga dalam melayani pasien sehingga pelayanan tidak terganggu oleh masalah pribadi.

“Sebagai bentuk pelayanan prima, petugas medis di Puskesmas dan bidan desa, harus bisa berikan layanan bagi semua kalangan pelayanan yang sama. Serta lupakan masalah pribadi. Saya yakin selain bisa menekan kematian ibu melahirkan juga, tingkat kesehatan bisa lebih meningkat,” seru Wihaji.

Kemudian bupati juga meminta agar semua petugas agar berikan kemampuan terbaik nya dalam memberikan pelayanan. Serta berikan senyuman kepada pasien karena senyuman bagian dari pengobatan pasien.

Bupati juga menyampaikan komitmennya dalam membangun pelayanan dasar kesehatan di Puskesmas yang akan membantu segala permasalahan yang ada di Puskesmas. “Karena meningkatkan mutu pelayanan Puskesamas menjadi bagian dari komitmen kami,” tandasnya. (han/zal)