BERSIH-BERSIH : Warga Desa Lopait membersihkan barang dagangannya, bunga plastik hasil kerajinan warga, Kamis (19/10) di pasar Desa Lopait (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERSIH-BERSIH : Warga Desa Lopait membersihkan barang dagangannya, bunga plastik hasil kerajinan warga, Kamis (19/10) di pasar Desa Lopait (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).

TUNTANG – Remaja Desa Lopait memiliki cara tersendiri untuk mendanai berbagai kegiatan yang dilakukan. Salah satunya melalui kencleng. Sebuah celengan yang dipasang di setiap rumah warga. Oleh warga, kencleng ini diisi seikhlasnya untuk mendanai kegiatan para remaja.

Erpani, sekretaris Desa Lopait mengatakan bahwa kencleng ini bahkan hasilnya bisa mencapai jutaan rupiah. Hasil ini menurutnya lebih banyak dibanding ketika remaja mencari donatur untuk berkegiatan.

”Jadi setiap belanja kan biasanya ada kembalian seratus dua ratus. Ini oleh warga dimasukkan ke kencleng. Nggak terasa pas dikumpulkan mencapai 7-8 juta dari semua rumah yang ada,” jelas Erpani kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sekdes : Erpani
Sekdes : Erpani

Desa Lopait memang sedang dan akan terus mendorong para remaja untuk aktif berkegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan para remaja dari kenakalan atau lebih parahnya penyalahgunaan narkoba.”Daripada mereka melakukan hal-hal negatif, ini kita dorong agar selalu aktif berkegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.

Sebagai penunjang, Desa lopait juga tengah membangun Gedung Serba Guna (GSG) yang dapat digunakan para remaja berkegiatan. Selain itu, gedung ini juga dimaksudkan untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui penyewaan.

”Selain untuk berkegiatan, olahraga, gedung ini juga dapat disewakan untuk acara walimahan. Sehingga akan menambah pemasukan juga bagi PAD Desa kami,” kata Erpani mewakili Budiyono.

Erpani juga menambahkan, pembangunan gedung ini menghabiskan Dana 300-400 juta rupiah. Sementara itu, pendapatan Desa juga akan dimaksimalkan dengan adanya pasar Desa yang menjual hasil kerajinan warga, seperti panci, wajan bunga plastik dan sebagainya. Hingga saat ini pengelolaannya terus dimaksimalkan untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan.”Sementara BUMDes belum jalan. Pasar ini bisa jadi nantinya juga untuk BUMDes,” jelasnya. (cr4/bas)