DOKUMEN PRIBADI RADAR SEMARANG
DOKUMEN PRIBADI RADAR SEMARANG

SEMARANG – Komisi C DPRD Kota Semarang mendukung penuh target Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akan menuntaskan masalah banjir dan rob pada tahun 2018 mendatang. Hingga saat ini banjir yang terjadi terparah di kawasan timur Kota Semarang seperti Genuk, Gayamsari, sebagian Semarang Timur dan Pedurungan.

Selain itu ada juga di Kelurahan Krobokan dan Tawangsari Kecamatan Semarang Barat dan sebagian Kecamatan Tugu. Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman saat ditemui usai dialog interaktif DPRD Kota Semarang di Hotel Star Jalan MT Haryono Semarang. Pihaknya mendukung upaya pemkot dalam menuntaskan persoalan banjir dan rob.

“Persoalan banjir sudah menjadi masalah yang menyulitkan warga, sehingga harus diselesaikan, setelah normalisasi Banjir Kanal Barat, saatnya fokus menangani Banjir Kanal Timur dan Kali Beringin,” ujar Kadarlusman.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, banyak faktor menyebabkan terjadinya banjir dan rob. Salah satunya adalah sistem drainase yang kurang tertata dengan baik. Sebelum ada penggabungan antara Dinas PSDA dengan Dinas Bina Marga, sering terjadi tumpang tindih dalam menangani banjir diantara kedua dinas tersebut.“Sekarang sudah digabung, jadi penanganan banjir harus lebih terkoordinasi lagi,” ujarnya.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Semarang ini juga tidak keberatan jika anggaran Dinas Pekerjaan Umum lebih banyak dialokasikan untuk menangani masalah banjir. Apalagi saat ini kondisi jalan dan jembatan di Kota Semarang sudah baik.“Porsi anggarannya ditingkatkan, mungkin bisa 60 persen,” katanya.

Selain drainase yang kurang baik, komisi yang membidangi masalah pembangunan ini juga menyoroti peran masyarakat khususnya dalam menjaga kebersihan serta pembangunan jalan masuk. Persoalan sampah di saluran, harus segera dituntaskan.

“Kami meminta agar Dinas Tata Ruang lebih tegas lagi dalam mengawasi pembangunan jalan masuk menuju rumah, tempat usaha dan lain sebagainya yang menutup saluran,” ujarnya.

Selama ini ada kecenderungan pemilik bangunan tidak mau repot jika ada peninggian jalan, maka jalan masuknya langsung diurug begitu saja.

Sementara itu Kabid Sumberdaya Air dan Drainase DPU Kota Semarang Kumbino menambahkan, pihaknya sudah berusaha mengatasi persoalan sampah dan sedimen di saluran. “Tiap hari ada petugas DPU yang turun ke saluran untuk membersihkan sampah dan sedimen,” ujar Kumbino. (amu/zal)