PENTAS SENI : Warga Desa Banyubiru konsisten menggelar pertunjukan seni budaya wujud rasa bangga sebagai warga Indonesia dengan beragam seni dan budaya yang dimiliki (DOKUMENTASI DESA BANYUBIRU).
PENTAS SENI : Warga Desa Banyubiru konsisten menggelar pertunjukan seni budaya wujud rasa bangga sebagai warga Indonesia dengan beragam seni dan budaya yang dimiliki (DOKUMENTASI DESA BANYUBIRU).

JIWA nasionalisme menjadi hal yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, termasuk warga Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Untuk memupuknya, Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, selalu menyelipkan pesan-pesan nasionalisme dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh desa.

Seperti pada acara Sedekah Bumi Perdikan 2017 di Desa Banyubiru bertemakan Banyubiru Bersyukur yang dilangsungkan dari tanggal 15 Oktober hingga 28 Oktober nanti. Dalam acara ini, ditampilkan berbagai kesenian asli daerah untuk membangkitkan rasa bangga sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki beragam kesenian dan budaya.

”Sehingga kebudayaan ini harus kita jaga. Aset rakyat jangan sampai hilang apalagi diklaim negara lain,” jelas Sri Anggoro kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sri Anggoro Siswaji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Sri Anggoro Siswaji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Ia mengatakan, menampilkan kesenian daerah menjadi sangat penting mengingat jiwa nasionalisme memang harus dipupuk dari level yang paling kecil, yakni desa.

Selain bidang kesenian dan budaya, kades yang memiliki hobi memelihara ular ini juga mempersiapkan aset bangsa lainnya. Ia berupaya menyiapkan generasi muda Indonesia dari desanya untuk menjadi generasi yang mampu membanggakan Indonesia. Generasi muda yang terhindar dari segala jenis kenakalan, bahkan dari narkoba.

”Sehingga kami berupaya untuk mengarahkan anak-anak muda untuk olahraga. Kalau mereka sudah capek olahraga, mereka tidak akan berpikir lagi ke arah narkoba dan lain sebagainya,” ujar kades yang juga tengah fokus membangun infrastruktur desa, termasuk lapangan olahraga indoor untuk memfasilitasi para remaja desa menyalurkan kegiatan positif.

”Lapangan terbuka kami sudah ada. Tapi kadang terkendala cuaca. Sehingga kami sedang dalam proses untuk mewujudkan lapangan indoor itu,” tambahnya. (cr4/aro)