TANGGAL 17 Oktober menjadi agenda penting bagi para straight edge. Sejak 1999, tanggal itu menjadi momen sakral bagi mereka yang bergaya hidup positif. Sebagai ritual, mari kita dengarkan empat album hardcore/punk yang wajib mengisi playlist-mu. Check this out! (rno/c22/dhs)

Minor Threat – S/T

Tanpa hadirnya debut minialbum Ian MacKaye cs, hardcore nggak akan berevolusi seperti hari ini. Album berdurasi sekitar sepuluh menit tersebut memiliki daya ledak tinggi. Siapa yang menyangka, gerombolan remaja dari Washington DC itu menjadikan wajah hardcore/punk scene nggak sama lagi. Mereka berhasil menghipnotis remaja 80-an dengan semboyan pola hidup positif. Lewat album itu, nomor-nomor memorial seperti In My Eyes, Seeing Red, hingga Minor Threat terlahir.

 

Earth Crisis – Gomorrah’s Season Ends

Nggak hanya berlaku sebagai kolektif sXe garis keras, Earth Crisis juga memegang teguh budaya vegetarian. Mereka pun menolak obat-obatan dan alkohol. Band yang baru aja berkunjung ke Indonesia itu juga menolak konsumsi segala produk yang mengandung hewan. Lewat Gomorrah’s Season Ends, kalian akan mendengar keberingasan metal yang bersatu dengan new skool hardcore.

Refused – The Shape of Punk to Come

Identik dengan pemberontakan membuat album ini pas bagi kalian yang ingin melihat representasi hardcore/punk. Nggak hanya dikenal sebagai straight edge dan vegetarian, lirik Refused mengandung muatan superpolitis dan puitis. Bahkan, Refused menghadirkan elemen jazz yang dengan sengaja merusak batasan-batasan estetika hardcore punk. Album itu pun menjadi mahakarya yang melampaui zamannya saat itu. Lewat nomor New Noise dan Rather be Dead, Refused memberikan jawaban tentang makna hidup dan perlawanan yang nggak pernah padam.