KOMPAK : Warga Desa Bejalen saat kerja bakti membersihkan sungai yang juga menjadi salah satu daya tarik wisata di desa ini dengan adanya perahu yang bisa disewakan (Dokumentasi Desa Bejalen).
KOMPAK : Warga Desa Bejalen saat kerja bakti membersihkan sungai yang juga menjadi salah satu daya tarik wisata di desa ini dengan adanya perahu yang bisa disewakan (Dokumentasi Desa Bejalen).

BERBAGAI cara kreatif dilakukan pemerintah Desa Bejelan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan perekonomian warga sekitar. Salah satunya menyulap wilayahnya menjadi kampung wisata.

Rumah-rumah warga beserta halamannya dihias dan dicat warna warni sehingga menarik wisatawan. Tidak hanya dari daerah sekitar, pengunjung Kampung Pelangi Desa Bejalen ini juga datang dari luar kota, Bekasi misalnya.

Sekretaris Desa Bejalen, Rina Fatkhiyati,  mengatakan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan saja. Dibukanya Kampung Pelangi ini juga merupakan upaya pemberdyaan masyarakat. Pasalnya, dengan adanya pengunjung yang datang masyarakat semakin tergugah untuk berwirausaha, seperti membuat produk cemilan rumahan.

Nowo Sugiharto (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

”Ada yang membuat cheese stick pelangi kemudian dijadikan oleh-oleh untuk pengunjung yang live in di Desa ini. Masuk sebagai paket wisata,” ujar Rina di kantor Desa saat menemui Jawa Pos Radar Semarang.

Memang tidak untuk sekali datang, para pengunjung biasanya akan tinggal di desa ini dalam beberapa hari. Di Kampung Pelangi, para wisatawan diajarkan life skill seperti membuat telur asin, menganyam enceng gondok menjadi suatu kerajinan dan beberapa pengalaman lainnya.

”Dari situ, rumah warga juga mendatangkan pendapatan tersendiri untuk para wisatawan yang menginap. Dan mau tidak mau warga menjadi kreatif di situ, karena harus mengajari tamunya,” jelas Rina.

Memang, wisatawan yang datang selain dari berbagai kota juga beerasal dari latar belakang agama kebudayaan yang berbeda. Hal ini dinilai positif karena membuat warga semakin terbuka dengan perbedaan. ”Di situ ada pembauran budaya. Sehingga bisa saling belajar. Tentunya juga bersama-sama belajar untuk menghargai perbedaan juga,” kata Rina mewakili Nowo Sugiharto, kepala Desa Bejalen.

Pendapatan dari Kampung Wisata ini, kata Rina akan terus diputar untuk menjadikan Desa Bejalen menjadi semakin baik. Tentunya untuk pengembangan Kampung Pelangi sehingga memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap.

”Sementara dana lainnya dimanfaatkan untuk pengembangan kebutuhan yang lainnya. Seperti untuk pembangunan Jalan Usaha Tani. Sehingga kegiatan pertanian di sini juga bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (cr4/zal)