Banjir Kaligawe Disebabkan Inlet Tertutup

193

SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengidentifikasi terjadinya banjir yang menggenangi beberapa titik di Jalan Kaligawe Semarang. Berdasarkan identifikasi, banjir tersebut salah satunya disebabkan adanya inlet atau ceruk yang tertutup.  Sehingga inlet untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan yang berada sepanjang jalan menuju ke saluran tidak berfungsi maksimal. Akibatnya air meluap hingga mengakibatkan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminnudin, mengatakan, ada beberapa inlet yang tertutup akibat proses pengerjaan peninggian jalan. “Kami telah melakukan evaluasi,” kata Iswar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/10).

Selain inlet yang tidak berfungsi maksimal, pompa di Sungai Sringin kurang maksimal. Pihaknya mengaku segera mengambil langkah tindak lanjut untuk menangani hal tersebut.

“Evaluasi telah disepakati akan adanya penambahan pompa untuk mengatasi banjir di Kaligawe. Selain inlet yang tertutup, pompa Sringin belum maksimal dalam pelayanan. Kami sepakat akan ada penambahan kapasitas pompa-pompa, termasuk pompa-pompa kecil untuk menarik air di Jalan Raya Kaligawe,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya akan menambah sebanyak 7 pompa. Ia berharap, setelah adanya beberapa langkah tindak lanjut dari evaluasi tersebut, ke depan jalan Kaligawe diharapkan tidak lagi mengalami banjir. Selain itu, Iswar mengatakan kondisi saluran atau drainase kerap tersumbat akibat sampah. “Ini harus menjadi pembelajaran bersama. Kalau pemerintah berjalan sendiri tanpa ada perilaku positif dari masyarakat, pastinya tetap sulit terbebas banjir,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here