33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Pulau Jawa Krisis Air Bersih

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MAGELANG – Meski Ketersediaan air di dunia melimpah, namun hanya sedikit yang dapat dikonsumsi manusia untuk keperluan air minum. Fakta lain, air bersih untuk minum, dari waktu ke waktu semakin tidak mencukupi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat yang berdampak pada meningkatnya laju beban pencemar.

Isu inilah yang diangkat dosen Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta), R Gagak Eko Bhaskoro dalam pidato ilmiah Upacara Dies Natalis ke-17 Akatirta dan Wisuda Ahli Madya Teknik ke-15 di halaman kampus setempat, Jalan Duku 1, Peruma Korpri-ABRI Kramat Magelang, Sabtu (7/10) lalu.

Menurutnya, faktor penyebab kelangkaan sumber air bersih juga karena ketidakseimbangan ekologi. Saat ini, banyak alih fungsi lahan sebagai hunian dan industri. Lalu, pembukaan hutan dan pengerasan lahan hijau yang mengubah tatanan lingkungan. Termasuk wilayah lindung dan penyangga gagal menjalankan fungsinya sebagai recharge area dan paru-paru dunia. “Dampaknya sudah kita rasakan, pemanasan global, musim tidak teratur, (maupun) iklim tidak menentu,” katanya.

Ia menyebutkan, ketersediaan air di Indonesia pada 2013 mencapai 15.500 meter kubik per kapita per tahun. Angka ini masih jauh di atas ketersediaan air rata-rata di dunia yang hanya 8.000 meter kubik per tahun. Fakta di lapangan menunjukkan, krisis air bersih melanda beberapa kota besar di Indonesia.

Sementara ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1.750 meter kubik per kapita per tahun pada tahun 2000. Dipastikan, akan terus menurun hingga 1.200 meter kubik per kapita per tahun pada tahun 2020 mendatang. “Padahal standar kecukupan minimal 2.000 meter kubik per kapita per tahun,” ujarnya.

Krisis air juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan dasar itu. Parahnya lagi, bisa mengancam kesehatan. Karenanya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk mengelola dan menyediakan air yang berkualitas.

Sementara itu, Direktur Akatirta Awaluddin Setya Aji mengatakan, lulusan Akatirta yang menyandang gelar Ahli Madya bidang Teknik Lingkungan berasal dari mahasiswa umum, juga mahasiswa penugasan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Indonesia. Tahun ini, pihaknya meluluskan 52 mahasiswa. Sedangkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun pelajaran 2017/2018 ini sebanyak 107 orang.

“Kami ingin mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Dan alumni kami sudah tersebar di berbagai lapangan kerja, baik di PDAM, lembaga pendampingan maupun konsultan, serta di instansi pemerintah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga ada yang wiraswasta,” tuturnya. (put/sct/ton)

Berita sebelumyaUM Magelang Kukuhkan Guru Besar
Berita berikutnyaPawai PBP Meriah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...