33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Metamorfosa Sepakung, Nominasi Desa Terbaik

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

UNGARAN–Karena memiliki kultur yang menarik, Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru pernah masuk dalam penilaian desa terbaik se Jawa Tengah. Hal itu tak lepas dari peran serta masyarakat setempat dan Pemkab Semarang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono mengungkapkan bahwa potensi desa yang ada di Kabupaten Semarang sangatlah bagus. Hal itu tercermin dari prestasi-prestasinya. “Desa Sepakung masuk enam besar terbaik di lomba desa dan kelurahan tingkat Jateng,” ujar Yoseph, kemarin.

Menurut Yoseph, capaian tersebut sangat luar biasa, tentunya hal itu tak lepas dari hasil kerja keras semua pihak. “Termasuk pemerintah dan masyarakat setempat mengingat wilayah tersebut dulunya merupakan daerah tertinggal, miskin dan minim fasilitas infrastruktur,” katanya.

Menurut Yoseph, pengelolaan potensi desa yang baik menjadi kunci sukses. Sebenarnya tidak hanya Desa Spekaung, namun desa-desa yang lain di Kabupaten Semarang memiliki potensi yang sama unggulnya. “Pengelolaan yang baik itu meliputi pengelolaan keuangan desa yang baik, dan desa yang selalu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Bukan hal mudah dan butuh komitmen kuat untuk mengubah wilayah yang semula dikenal sebagai daerah miskin menjadi wilayah yang mandiri secara ekonomi maupun pelayanan masyarakatnya.

Masuknya Sepakung dalam nominasi desa terbaik se-Jateng ini diambil setelah tim dari Pemprov Jateng melakukan penilaian di 29 kabupaten dan enam kota di Jateng. Dikatakan Yoseph, ada 11 pointer yang jadi dasar penilaian desa masuk kategori terbaik di pemberdayaan masyarakatnya. Antara lain dari sisi pemerintahan, E-government, inovasi, adat istiadat, kelembagaan di desa dan kelurahan, kesehatan, PKK, trantib, siaga bencana, pendidikan dan partisipasi masyarakat.

Kades Sepakung, Ahmad Nuri mengatakan jika wilayah desanya dulu dikenal sebagai wilayah miskin dan minim infrastruktur. “Dulu, di kisaran tahun 90-an, Sepakung merupakan wilayah miskin, tidak ada geliat ekonomi masyarakatnya,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi lantaran infrastruktur jalan belum memadai, belum tersentuh pelayanan listrik hingga minimnya pembangunan fisik menyangkut fasilitas publik. “Dulu jalan desa belum seperti sekarang sehingga sarana transportasi juga belum ada. Imbasnya, masyarakat yang hendak jual hasil bumi kesulitan, harus jalan kaki,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, 12 tahun kemudian mulai tahun 2013, seiring pesatnya pembangunan fisik yang dilakukan Pemkab Semarang, Sepakung mengalami perkembangan signifikan. Tak hanya fisik, program-program pembangunan non fisik seperti pelatihan usaha mikro dan manajemen wisata, membuat masyarakat setempat punya alternatif usaha di luar pertanian dan peternakan.

Selain itu, juga seiring ditetapkannya Sepakung sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Semarang, Sepakung tumbuh menuju desa mandiri, lengkap dengan tim tanggap bencana. Kinerja pemerintahan terkait publik pun mengalami modernisasi. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rumah Mewah di Perbukitan

KEBUTUHAN rumah tinggal di Kota Semarang terus meningkat. Ini menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi para pengembang atau developer. Hampir di setiap perbukitan di Kota...

Sempat Minder

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI paras cantik dan kulit kuning langsat, ternyata sempat membuat Fitria Cahya Ningtias minder mengikuti ajang pemilihan Denok-Kenang tahun lalu. Fitria --nama...

Banjir Bandang di Ngaliyan Diduga Akibat Embung Jebol

SEMARANG - Warga Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Semarang, meminta Pemkot Semarang mengusut tuntas penyebab banjir bandang akibat meluapnya Sungai Pengilon, Selasa (7/2)...

Banjir Kanal Timur Meluap

SEMARANG- Hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak siang hingga malam kemarin mengakibatkan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluap. Derasnya air meluber hingga masuk ke...

49 Orang Berlomba Jadi Pustakawan Terbaik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 49 pustakawan se-Kota Magelang mengikuti pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Kota Magelang tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip)...

Ulama Besar Syria Doakan Ganjar-Yasin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Ahmad Kaftaro Damascus Syekh Muhammad Syarif As Showaf mengunjungi posko Santri Gayeng di Semarang, Rabu (14/3). Ulama berpengaruh Syria...