33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh desa di Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dari keberadaan ‘Koran Desa’ ini yaitu untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri.

Sehingga dapat dikenal masyarakat luas. Bupati Semarang Mundjirin berharap supaya Koran Desa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pihak desa untuk mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki.

Baik itu terkait keindahannya, tempat wisata, keberadaan UMKM maupun potensi yang lain. “Pada prinsipnya kami mendukung dengan ini (Koran Desa),” kata Mundjirin.

Adapun manfaat dari berlangsungnya event perlombaan Desa Hebat melalui Koran Desa ini dapat memacu pihak pemerintah desa untuk mengenalkan potensi wilayahnya ke masyarakat luas.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Semarang tersebut, potensi yang dimiliki oleh desa di Kabupaten Semarang sangatlah banyak. Mulai dari sektor wisata, hingga produk UMKM. Dimana hampir setiap desa di Kabupaten Semarang memiliki hal itu.

Sebelumnya, hal itu juga pernah diungkapkan oleh Mundjirin saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, beberapa waktu lalu. Dimana ia mengamini gagasan adanya event Koran Desa.

Melalui perlombaan Desa Hebat ini, lanjutnya, dapat menjadi pemantik semangat masyarakat desa untuk membangun desa nya menjadi lebih baik. Dengan adanya Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang saat ini dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) secara langsung diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menggali potensi yang ada di desa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Semarang, Ngesti Nugraha. Dikatakan Ngesti, dalam hal ini Pemkab Semarang sangat mendukung dengan adanya program Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang. “Kami sangat mendukung dan merasa senang karena bertujuan mengangkat kekayaan potensi di desa se-Kabupaten Semarang,” katanya.

Dimana endingnya desa-desa di Kabupaten Semarang bisa dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini, lanjutnya, dengan adanya desa wisata di Kabupaten Semarang, perlu dipromosikan ke masyarakat luas supaya lebih dikenal. “Harapannya nanti, banyak yang mengunjungi desa wisata, sehingga desa wisata dapat menjadi lebih maju,” kata Ngesti.

Meski begitu, lanjutnya, bagi desa yang belum memiliki potensi wisata supaya tidak berkecil hati. Banyak hal yang dapat dikembangkan seperti halnya produk UMKM dan potensi lain yang dapat digali.

Ngesti Nugraha (IST).
Ngesti Nugraha (IST).

“Yang belum menjadi desa wisata pun, harapan kami dapat muncul potensi yang lain. Baik itu terkait dengan UMKM, sayuran, sistem pertanian agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Dikatakan Ngesti, dengan adanya dukungan DD yang besar, selain untuk membangun infrastruktur, inovasi pengembangan desa juga diharapkan bisa maksimal. Seperti di Desa Jembrak Kecamatan Pabelan yang rencanannya akan dibangun water boom.

Momentum adanya perlombaan Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini dapat dimaksimalkan. Antara lain mempromosikan agenda tersebut supaya ketika sudah dibuka untuk umum, sudah benar-benar dikenal masyarakat luas.

“Juga di Desa Pasekan, di Desa Bejalen, di Desa Getasan yang baru mempersiapkan ke arah desa wisata. Di Kopeng, Desa Sumogawe juga mau kesana, juga di Desa Gemawang. Harapan kami bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Dikatakan Ngesti, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui agenda Ngopi Bareng Bersama dengan Para Kepala Desa (Kades) juga meminta untuk semua desa dapat memunculkan potensinya. Selain itu, mempromosikan secara luas. “Jika tidak ada wisata jika berkembang produk UMKM bisa dipromosikan di desa wisata dan di tempat wisata lain,” katanya.

Ngesti menyebutkan, beberapa produk UMKM Kabupaten Semarang yang saat ini sudah dikenal oleh masyarakat luas yaitu batik, oleh-oleh. “Di Desa Ngrawan Kecamatan Getasan ada desa menari, bahkan kemarin ada event desa menari dan dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yosep Bambang T mengungkapkan perlomban Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa ini akan berlangsung beberapa bulan.

Dimana endingnya yaitu saat hari jadi Ibukota Kabupaten Semarang Ungaran. Dimana dari ratusan desa tersebut akan dipilih menjadi juaranya. “Kerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua desa untuk mempersiapkan diri sehingga dapat memunculkan potensi-potensi yang dimiliki,” katanya.

Pengelolaan keuangan desa, kebersihan desa, ketaatan pembayaran pajak dari masyarakat desa, akan juga menjadi bagian dalam perlombaan Desa Hebat ini. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Perda RTRW Terkatung-katung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD menyorot Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sampai sekarang tak kunjung rampung. Hal itu disebabkan, saat ini revisi...

Bupati Studi Banding ke Belanda

DEMAK - Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Demak, Doso Purnomo melakukan studi...

Longsor, 2 Ruas Jalan Putus

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (25/5) lalu mengakibatkan musibah longsor di Kecamatan Kandangserang dan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Ruas jalan Desa Kasimpar menuju...

Sudah Menulis Dua Buku

RADARSEMARANG.COM - MENGELOLA banyak perusahaan, tak membuat Oscar Darmawan boring. Ia mengaku bisnis sudah menjadi passion-nya. “Bagi saya bekerja itu ya refreshing. Kalau jenuh di...

Turunnya Literasi Cetak di Tengah Teknologi Informasi

Dampak negatif dari majunya teknologi informasi, bukan hanya menjangkiti orang dewasa. Tapi remaja dan anak-anak saat ini, lebih memilih bermain dengan gadget dibandingkan membaca...

Mantan Karyawan Larikan Putri Majikan

SEMARANG - Pagar makan tanaman. Pepatah itu tepat untuk menggambarkan ulah AF Ababil, 17, warga Karanganyar Legok Kecamatan Candisari. Ia nekat melarikan putri mantan...