33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh desa di Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dari keberadaan ‘Koran Desa’ ini yaitu untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri.

Sehingga dapat dikenal masyarakat luas. Bupati Semarang Mundjirin berharap supaya Koran Desa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pihak desa untuk mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki.

Baik itu terkait keindahannya, tempat wisata, keberadaan UMKM maupun potensi yang lain. “Pada prinsipnya kami mendukung dengan ini (Koran Desa),” kata Mundjirin.

Adapun manfaat dari berlangsungnya event perlombaan Desa Hebat melalui Koran Desa ini dapat memacu pihak pemerintah desa untuk mengenalkan potensi wilayahnya ke masyarakat luas.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Semarang tersebut, potensi yang dimiliki oleh desa di Kabupaten Semarang sangatlah banyak. Mulai dari sektor wisata, hingga produk UMKM. Dimana hampir setiap desa di Kabupaten Semarang memiliki hal itu.

Sebelumnya, hal itu juga pernah diungkapkan oleh Mundjirin saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, beberapa waktu lalu. Dimana ia mengamini gagasan adanya event Koran Desa.

Melalui perlombaan Desa Hebat ini, lanjutnya, dapat menjadi pemantik semangat masyarakat desa untuk membangun desa nya menjadi lebih baik. Dengan adanya Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang saat ini dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) secara langsung diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menggali potensi yang ada di desa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Semarang, Ngesti Nugraha. Dikatakan Ngesti, dalam hal ini Pemkab Semarang sangat mendukung dengan adanya program Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang. “Kami sangat mendukung dan merasa senang karena bertujuan mengangkat kekayaan potensi di desa se-Kabupaten Semarang,” katanya.

Dimana endingnya desa-desa di Kabupaten Semarang bisa dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini, lanjutnya, dengan adanya desa wisata di Kabupaten Semarang, perlu dipromosikan ke masyarakat luas supaya lebih dikenal. “Harapannya nanti, banyak yang mengunjungi desa wisata, sehingga desa wisata dapat menjadi lebih maju,” kata Ngesti.

Meski begitu, lanjutnya, bagi desa yang belum memiliki potensi wisata supaya tidak berkecil hati. Banyak hal yang dapat dikembangkan seperti halnya produk UMKM dan potensi lain yang dapat digali.

Ngesti Nugraha (IST).
Ngesti Nugraha (IST).

“Yang belum menjadi desa wisata pun, harapan kami dapat muncul potensi yang lain. Baik itu terkait dengan UMKM, sayuran, sistem pertanian agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Dikatakan Ngesti, dengan adanya dukungan DD yang besar, selain untuk membangun infrastruktur, inovasi pengembangan desa juga diharapkan bisa maksimal. Seperti di Desa Jembrak Kecamatan Pabelan yang rencanannya akan dibangun water boom.

Momentum adanya perlombaan Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini dapat dimaksimalkan. Antara lain mempromosikan agenda tersebut supaya ketika sudah dibuka untuk umum, sudah benar-benar dikenal masyarakat luas.

“Juga di Desa Pasekan, di Desa Bejalen, di Desa Getasan yang baru mempersiapkan ke arah desa wisata. Di Kopeng, Desa Sumogawe juga mau kesana, juga di Desa Gemawang. Harapan kami bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Dikatakan Ngesti, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui agenda Ngopi Bareng Bersama dengan Para Kepala Desa (Kades) juga meminta untuk semua desa dapat memunculkan potensinya. Selain itu, mempromosikan secara luas. “Jika tidak ada wisata jika berkembang produk UMKM bisa dipromosikan di desa wisata dan di tempat wisata lain,” katanya.

Ngesti menyebutkan, beberapa produk UMKM Kabupaten Semarang yang saat ini sudah dikenal oleh masyarakat luas yaitu batik, oleh-oleh. “Di Desa Ngrawan Kecamatan Getasan ada desa menari, bahkan kemarin ada event desa menari dan dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yosep Bambang T mengungkapkan perlomban Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa ini akan berlangsung beberapa bulan.

Dimana endingnya yaitu saat hari jadi Ibukota Kabupaten Semarang Ungaran. Dimana dari ratusan desa tersebut akan dipilih menjadi juaranya. “Kerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua desa untuk mempersiapkan diri sehingga dapat memunculkan potensi-potensi yang dimiliki,” katanya.

Pengelolaan keuangan desa, kebersihan desa, ketaatan pembayaran pajak dari masyarakat desa, akan juga menjadi bagian dalam perlombaan Desa Hebat ini. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggakan Pajak Capai Rp 2,1 T

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tunggakan pajak hingga pertengahan tahun 2018 ini mencapai Rp 2,1 triliun. Dari total jumlah tersebut, diperkirakan tidak lebih dari 50 persen yang dapat...

KONI Dituntut Tingkatkan SDM Pelatih dan Atlet

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Jateng XV yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2018 mendatang di Surakarta, Wakil Bupati Batang Suyono meminta pengurus...

3 Anak Macan Tambah Koleksi Bonbin

SEMARANG - Pasangan harimau bernama Kliwon (jantan berusia 7 tahun) dan Rengganis (betina berusia 8 tahun) melahirkan tiga anak harimau (macan) menggemaskan di Kebun...

Pengawasan Dana Desa Masih Minim

SEMARANG – Pelaksanaan Undang-undang Desa masih jauh dari harapan. Dalam pelaksanaan Undang-undang tersebut selama lebih dari 3 tahun sejak diundangkan pada 14 Januari 2014,...

Lebih Dekat dengan Komunitas GeRMo Semarang

Para pelaku seni sastra ini melabeli komunitasnya sebagai Gerakan Rakyat Miskin Kota (GeRMO) Semarang. Mereka mengenalkan sastra di kawasan kumuh, padat penduduk, sarang preman, hingga lokasi pelacuran....

Tak Kapok Terkepung Bentrok

MENONTON Langsung pertandingan sepak bola di Stadion bagi sebagian perempuan dianggap hal yang cukup asing. Namun tidak bagi Elsa Putri Damayanti, Stadion baginya seperti...