33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh desa di Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dari keberadaan ‘Koran Desa’ ini yaitu untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri.

Sehingga dapat dikenal masyarakat luas. Bupati Semarang Mundjirin berharap supaya Koran Desa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pihak desa untuk mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki.

Baik itu terkait keindahannya, tempat wisata, keberadaan UMKM maupun potensi yang lain. “Pada prinsipnya kami mendukung dengan ini (Koran Desa),” kata Mundjirin.

Adapun manfaat dari berlangsungnya event perlombaan Desa Hebat melalui Koran Desa ini dapat memacu pihak pemerintah desa untuk mengenalkan potensi wilayahnya ke masyarakat luas.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Semarang tersebut, potensi yang dimiliki oleh desa di Kabupaten Semarang sangatlah banyak. Mulai dari sektor wisata, hingga produk UMKM. Dimana hampir setiap desa di Kabupaten Semarang memiliki hal itu.

Sebelumnya, hal itu juga pernah diungkapkan oleh Mundjirin saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, beberapa waktu lalu. Dimana ia mengamini gagasan adanya event Koran Desa.

Melalui perlombaan Desa Hebat ini, lanjutnya, dapat menjadi pemantik semangat masyarakat desa untuk membangun desa nya menjadi lebih baik. Dengan adanya Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang saat ini dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) secara langsung diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menggali potensi yang ada di desa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Semarang, Ngesti Nugraha. Dikatakan Ngesti, dalam hal ini Pemkab Semarang sangat mendukung dengan adanya program Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang. “Kami sangat mendukung dan merasa senang karena bertujuan mengangkat kekayaan potensi di desa se-Kabupaten Semarang,” katanya.

Dimana endingnya desa-desa di Kabupaten Semarang bisa dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini, lanjutnya, dengan adanya desa wisata di Kabupaten Semarang, perlu dipromosikan ke masyarakat luas supaya lebih dikenal. “Harapannya nanti, banyak yang mengunjungi desa wisata, sehingga desa wisata dapat menjadi lebih maju,” kata Ngesti.

Meski begitu, lanjutnya, bagi desa yang belum memiliki potensi wisata supaya tidak berkecil hati. Banyak hal yang dapat dikembangkan seperti halnya produk UMKM dan potensi lain yang dapat digali.

Ngesti Nugraha (IST).
Ngesti Nugraha (IST).

“Yang belum menjadi desa wisata pun, harapan kami dapat muncul potensi yang lain. Baik itu terkait dengan UMKM, sayuran, sistem pertanian agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Dikatakan Ngesti, dengan adanya dukungan DD yang besar, selain untuk membangun infrastruktur, inovasi pengembangan desa juga diharapkan bisa maksimal. Seperti di Desa Jembrak Kecamatan Pabelan yang rencanannya akan dibangun water boom.

Momentum adanya perlombaan Desa Hebat yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini dapat dimaksimalkan. Antara lain mempromosikan agenda tersebut supaya ketika sudah dibuka untuk umum, sudah benar-benar dikenal masyarakat luas.

“Juga di Desa Pasekan, di Desa Bejalen, di Desa Getasan yang baru mempersiapkan ke arah desa wisata. Di Kopeng, Desa Sumogawe juga mau kesana, juga di Desa Gemawang. Harapan kami bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Dikatakan Ngesti, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui agenda Ngopi Bareng Bersama dengan Para Kepala Desa (Kades) juga meminta untuk semua desa dapat memunculkan potensinya. Selain itu, mempromosikan secara luas. “Jika tidak ada wisata jika berkembang produk UMKM bisa dipromosikan di desa wisata dan di tempat wisata lain,” katanya.

Ngesti menyebutkan, beberapa produk UMKM Kabupaten Semarang yang saat ini sudah dikenal oleh masyarakat luas yaitu batik, oleh-oleh. “Di Desa Ngrawan Kecamatan Getasan ada desa menari, bahkan kemarin ada event desa menari dan dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yosep Bambang T mengungkapkan perlomban Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa ini akan berlangsung beberapa bulan.

Dimana endingnya yaitu saat hari jadi Ibukota Kabupaten Semarang Ungaran. Dimana dari ratusan desa tersebut akan dipilih menjadi juaranya. “Kerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua desa untuk mempersiapkan diri sehingga dapat memunculkan potensi-potensi yang dimiliki,” katanya.

Pengelolaan keuangan desa, kebersihan desa, ketaatan pembayaran pajak dari masyarakat desa, akan juga menjadi bagian dalam perlombaan Desa Hebat ini. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pedagang Pasar Purwogondo Nyaris Bentrok

SEMARANG - Pedagang Pasar Purwogondo Semarang Utara mengeluhkan adanya banyak pedagang liar alias tidak resmi. Keberadaan pedagang ’siluman’ tersebut menjamur dan berjualan di luar...

42 Orang Terindikasi HIV/AIDS

UNGARAN – Sebanyak 42 orang warga Kabupaten Semarang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Hal itu berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang per Oktober 2017...

Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Berbahasa Inggris

RADARSEMARANG.COM - SEBAGAI seorang guru selayaknya terus mengembangkan kompetensi yang menyangkut hal teknis maupun non teknis dalam pembelajaran. Kompetensi bebahasa adalah salah satu kemampuan...

Kapolres Magelang Kota Sambangi Gereja Bethel

MAGELANG—Mengantisipasi munculnya isu SARA yang bisa memecah belah anak bangsa, Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo kemarin kembali melakukan blusukan. Kali ini, Hari mengunjungi...

Diteriaki Maling, Pemuda Depresi Dihakimi Massa

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Diduga akan mencuri motor, seorang pemuda digebuki warga Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu hingga babak belur. Beruntung petugas Polsek Kaliwungu segera datang...

Kreativitas Difabel Undang Kekaguman

SEMARANG – Hasil kreatibitas tenaga kerja khusus atau difabel mampu mengundang kekaguman. Hal ini terlihat saat Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus yang...