31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Dongkrak Penjualan, Sasar PNS

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Pasar otomotif di Jawa Tengah saat ini masih tidak menentu. Bagaimana tidak,  bulan September lalu pembelian mobil mengalami penurunan karena lesunya daya beli masyarakat. Dari data penjualan PT Sejahtera Sunindo Trada, diler resmi Suzuki, penjualan pada Agustus 2017 tercatat 3.400 unit baik kendaraan komersil maupun penumpang. Jumlah tersebut turun menjadi 2.700 unit pada September.

General Manager PT Sejahtera Sunindo Trada, Isbowo mengatakan, lesunya daya beli masyarakat saat ini terjadi lantaran kondisi ekonomi yang labil. Selain itu adanya pengetatan proses kredit sehingga daya beli masyarakat menjadi menurun. “Prosedur leasing sekarang diperketat, hal ini terjadi karena dampak dari kondisi ekonomi yang juga lesu. Sehingga, menyebabkan kesulitan pembayaran angsuran para pelanggan,” katanya.

Saat ini market share penjualan Suzuki di di Jawa Tengah khususnya area plat H dan plat K sebesar 10 persen dan dianggap sesuai dengan target yang dicanangkan yakni 13 persen sampai penghujung tahun 2017. “Kami terus menggenjot dengan melakukan program penjualan,” jelasnya.

Salah satu program pejualan yang dilakukan adalah menggeber program Suzuki Vaganza yang berlangsung hingga Desember 2017 mendatang. Melalui program ini, Suzuki ingin menyasar kalangan guru/dosen PNS, pegawai BUMD dan BUMN. “Kami menyasar kalangan PNS yang dianggap tidak terdampak besar dengan kondisi ekonomi karena memiliki pendapatan tetap,” tuturnya.

Sementara itu Marketing Head PT Sejahtera Sunindo Trada, Mutakin menerangkan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan sehingga target bisa terpenuhi. Dengan sumber pendapatan tetap tiap bulannya, lanjut Mutakin para PNS Ini dipastikan mampu untuk membayar angsuran. “Kami memberi kemudahan untuk produk Suzuki yakni Wagon, Igniz dan Ertiga. Kemudahan tersebut yakni pembelian tanpa uang muka atau down payment (DP) Rp 0,” tambahnya. (den/ric)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...