33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Desak Gali Potensi PAD dan Optimalkan Pelaksanaan DAK

Pandangan FPKB Terhadap Perda Rancangan APBD Perubahan 2017

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Magelang terus melakukan kajian terhadap Rancangan APBD Perubahan 2017 yang telah diajukan oleh Bupati Magelang. Beberapa catatan diberikan untuk mengoptimalkan kegiatan pelaksanaan APBD di tahun ini.

KETUA Fraksi PKB Mafatihul Huda SAg mengatakan, salah satu sorotan yang perlu digarisbawahi adalah PAD Kabupaten Magelang. Menurutnya, penetapan pendapatan daerah tersebut belum mendasari potensi yang ada. ”FPKB melihat kenaikan PAD masih bersifat semu karena belum mencerimkan potensi pendapatan daerah yang sesungguhnya,” katanya.

Huda mengatakan, FPKB masih melihat sejumlah potensi yang bisa dioptimalkan. Seperti retribusi parkir, meterisasi LPJU, reklame, pariwisata dan galian golongan C.

”Jika mendasari kajian yang telah ada, potensi pendapatan itu masih sangat bisa dimaksimalkan,” kata dia.

FPKB juga menyoroti kekayaan daerah yang dipisahkan. Di mana pendapatan ini berasal dari BUMD yang ada. ”Ada kenaikan Rp 1,2 miliar sehingga menjadi Rp 20,8 miliar yang bersumber dari lima item ini kita apresiasi,” kata dia.

Terutama terkait kenaikan dari PD BPR Bank Bapas 69 yang telah memberikan kontribusi Rp 12,6 miliar sedangkan perusda BPR BKK hanya Rp 230 juta dan PDAU hanya 92 juta. ”Yang kita sayangkan adalah kontribusi BUMD lainnya yang tidak memuaskan. Padahal seharusnya dengan terobosan dan modal yang diberikan seharusnya bisa memberikan pendapatan lebih,” papar dia.

Sekretaris Fraksi PKB Hibatun Wafiroh menambahkan, kontribusi PDAU hanya Rp 92 juta dinilai sangat minim. Menurutnya, perusahan daerah aneka usaha ini belum mampu menangkap peluang bisnis yang ada. ”Sehingga belum bisa bersaing dengan perusahan swasta lainnya,” kata dia.

Wafiroh juga menyoroti keterlambatan pembahasan APBD. Di mana, seharusnya sesuai Permendagri No 13 tahun 2006 APBD sudah harus disahkan 3 bulan sebelum tahun berjalan. ”Saat ini kita masih membahas APBD Perubahan. Sementara jelas APBD 2018 akan mengalami keterlambatan,” papar dia.

Menurutnya, DPRD juga perlu melakukan pencermatan yang lebih terhadap APBD yang disodorkan. Seperti halnya di APBD P 2017 ini, di mana banyak kegiatan pembangunan di DPU PR. ”Kita berharap kedepan ada perubahan yang lebih baik,” katanya.

M Adib, juru bicara FPKB menambahkan, pihaknya juga menyoroti penumpukan anggaran DAK pendidikan. Di mana setiap tahunnya, Silpa DAK selalu tinggi. ”Jika tidak segera dioptimalkan maka akan menjadikan pembengkakan Silpa APBD. Di samping itu juga akan merugikan sekolah-sekolah,” kata dia.

Lebih lanjut, FPKB menyarankan beberapa hal kepada Pemkab Magelang untuk menata sistem yang ada. Salah satunya mengharap kepada Bappeda selaku perencana lebih cermat dan terstruktur dalam memberikan anggaran dan arahan kepada SKPD terkait. Karena dengan perencanaan yang terukur akan terjadi sinergi yang baik untuk pembangunan di Kabupaten Magelang.

Selain itu, monitoring dan evaluasi di setiap SKPD juga perlu ditingkatkan. Pengawasan bukan sekedar seremonial saja namun benar-benar dilakukan dengan optimal. Sehingga bisa mengetahui capaian target dan sasaran pembangunan. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sragen United Kehilangan Poin Kandang

SEMARANG – Tim Sragen United gagal memenuhi ambisi mereka untuk mengamankan tiga poin kandang setelah harus menelan kekalahan 2-0 atas PSIR Rembang dalam lanjutan...

1.434 Siswa Lakukan Gerakan Kerapian

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Membuat siswa untuk tampil rapi dan bersih saat berseragam ternyata bukanlah pekerjaan sulit dilakukan. SMK Bina Utama Kendal mampu mengemasnya seperti...

Dikontrak Setahun, Tak Ada SK Pengangkatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan orang berbondong-bondong mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Rabu (3/1) sejak pukul 09.00. Kedatangan mereka untuk mengambil surat penghadapan guna...

Alokasi Pinjaman Capai Rp 1,4 T

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Alokasi pinjaman kepada nasabah BRI di wilayah cabang Wonosobo cukup tinggi, mencapai Rp 1,4 triliun. Sayangnya jumlah tersebut belum sebanding dengan...

Wihaji Dapat Penghargaan dari Kemenhub

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA - Atas dedikasinya melayani masyarakat dalam penyelenggaraan  angkutan mudik Lebaran 2018, Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan apresiasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan memberikan...

Utang : Musuh atau Sahabat?

RADARSEMARANG.COM - UTANG.... Sebuah kata yang tidak asing di telinga kita. Utang bisa jadi sahabat, sekaligus musuh kita. Tergantung dari mana kita memaknainya. Sebelum...