Ciptakan Alat Deteksi Jantung Pintar

416
BERPRESTASI : Rektor Undip Prof Yos Johan Utama bersama sejumlah mahasiswa pencipta alat deteksi jantung pintar (Istimewa).
BERPRESTASI : Rektor Undip Prof Yos Johan Utama bersama sejumlah mahasiswa pencipta alat deteksi jantung pintar (Istimewa).

SEMARANG – Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan alat pendeteksi jantung pintar atau Smart Alert Detection of Heart (SAD-Heart). Mereka adalah Christian M.T Sinaga, Kawidian Putri Bayu Alam, Mariana Tampubolon, Nurwarrohman Andre Sasongko, dan Hizroh Rochmah Tulloh yang merupakan delegasi dari Nano Sains Forum (NASAFOR) dalam lomba tingkat internasional di Nuremberg, Jerman pada 2-5 November mendatang.

Kelimanya akan berangkat ke Jerman dalam event iENA Internasional Trade Fair Ideas Inventions Germany 2017 dengan alat pendeteksi jantung yang diciptakannya. Keunggulan dari alat pendeteksi jantung yang diciptakan tim ini adalah desainnya yang portable. Sehingga bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, alat ini juga dihubungkan dengan pihak keluarga pemakai dan ke rumah sakit. “Tujuan dibuatnya alat ini untuk mencegah terjadinya potensi kematian mendadak akibat serangan jantung. Sasaran alat ini adalah seluruh orang baik orang sehat maupun orang yang sudah terkena serangan jantung,” ungkap Ketua Tim, Christian M T Sinaga.

Bagi orang sehat lanjutnya, aplikasi ini menyediakan berbagai informasi dan edukasi untuk memiliki jantung sehat. Untuk orang yang telah menderita serangan jantung, alat ini akan menjadi alarm pengingat ketika jantung dalam kondisi lemah, tidak stabil, hingga berpotensi terhadap kematian mendadak.

Mekanisme kerja alat ini pada orang yang terkena serangan jantung adalah ketika jantung berdetak lemah, maka sensor akan berbunyi dan secara cepat memebrikan sinyal pada rumah sakit terdekat serta pada aplikasi yang telah di install di ponsel anggota keluarga.

“SAD-Heart juga dilengkapi dengan alarm sehingga dapat berbunyi dan mengambil alih perhatian orang-orang yanga da di sekitar orang tersebut untuk segera memberikan pertolongan pertama,” imbuhnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Tim, Kawadian Putri Bayu Alam, persiapan yang sudah dilakukan hingga saat ini yakni telah mengembangkan penelitian alat SAD-Heart dalam membuat EKG yang selanjutnya akan dikenakan di dada dan sensor pulse health yang dipasangkan di tangan dengan bentuk jam tangan yang fungsinya untuk mengukur kecepatan denyut nadi.

Selain itu, mereka juga sedang mengajukan hak paten dalam rangka menjaga dan melindungi ciptaannya ini. Sebelumya, alat ini telah memenangkan penghargaan dengan medali emas dalam ajang internasional The 4th International Young Inventors Award yang merupakan acara tahunan dilaksanakan oleh lembagaInternational Federation of Inventors Association (IFIA).

Sementara, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan penelitian mahasiswa ini merupakan salah satu contoh penelitian yang dapat dihilirisasi. “Selanjutnya, Undip akan membantu mengurus paten dari SAD-Heart ini,” tandasnya. (tsa/ric)