33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ciptakan Alat Deteksi Jantung Pintar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan alat pendeteksi jantung pintar atau Smart Alert Detection of Heart (SAD-Heart). Mereka adalah Christian M.T Sinaga, Kawidian Putri Bayu Alam, Mariana Tampubolon, Nurwarrohman Andre Sasongko, dan Hizroh Rochmah Tulloh yang merupakan delegasi dari Nano Sains Forum (NASAFOR) dalam lomba tingkat internasional di Nuremberg, Jerman pada 2-5 November mendatang.

Kelimanya akan berangkat ke Jerman dalam event iENA Internasional Trade Fair Ideas Inventions Germany 2017 dengan alat pendeteksi jantung yang diciptakannya. Keunggulan dari alat pendeteksi jantung yang diciptakan tim ini adalah desainnya yang portable. Sehingga bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, alat ini juga dihubungkan dengan pihak keluarga pemakai dan ke rumah sakit. “Tujuan dibuatnya alat ini untuk mencegah terjadinya potensi kematian mendadak akibat serangan jantung. Sasaran alat ini adalah seluruh orang baik orang sehat maupun orang yang sudah terkena serangan jantung,” ungkap Ketua Tim, Christian M T Sinaga.

Bagi orang sehat lanjutnya, aplikasi ini menyediakan berbagai informasi dan edukasi untuk memiliki jantung sehat. Untuk orang yang telah menderita serangan jantung, alat ini akan menjadi alarm pengingat ketika jantung dalam kondisi lemah, tidak stabil, hingga berpotensi terhadap kematian mendadak.

Mekanisme kerja alat ini pada orang yang terkena serangan jantung adalah ketika jantung berdetak lemah, maka sensor akan berbunyi dan secara cepat memebrikan sinyal pada rumah sakit terdekat serta pada aplikasi yang telah di install di ponsel anggota keluarga.

“SAD-Heart juga dilengkapi dengan alarm sehingga dapat berbunyi dan mengambil alih perhatian orang-orang yanga da di sekitar orang tersebut untuk segera memberikan pertolongan pertama,” imbuhnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Tim, Kawadian Putri Bayu Alam, persiapan yang sudah dilakukan hingga saat ini yakni telah mengembangkan penelitian alat SAD-Heart dalam membuat EKG yang selanjutnya akan dikenakan di dada dan sensor pulse health yang dipasangkan di tangan dengan bentuk jam tangan yang fungsinya untuk mengukur kecepatan denyut nadi.

Selain itu, mereka juga sedang mengajukan hak paten dalam rangka menjaga dan melindungi ciptaannya ini. Sebelumya, alat ini telah memenangkan penghargaan dengan medali emas dalam ajang internasional The 4th International Young Inventors Award yang merupakan acara tahunan dilaksanakan oleh lembagaInternational Federation of Inventors Association (IFIA).

Sementara, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan penelitian mahasiswa ini merupakan salah satu contoh penelitian yang dapat dihilirisasi. “Selanjutnya, Undip akan membantu mengurus paten dari SAD-Heart ini,” tandasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

MAGELANG – Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD Kota Magelang dibahas saat rapat paripurna, Senin (20/2). Raperda itu meliputi Sistem Kesehatan, Penyelenggaraan Ketenagakerjaan,...

SDN Purwoyoso Pamerkan Karya Siswa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Siswa-siswi kelas VB SDN Purwoyoso 03 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang menggelar pameran teknologi tepat guna hasil karya siswa sendiri. Ada beragam perangkat teknologi...

Sepekan Bersama SMP Mutual Kota Magelang

RADARSEMARANG.COM - SMP Mutual Kota Magelang pada tahun ajaran 2018/2019 ini menerima 120 siswa baru. Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilakukan sejak Selasa...

50 Stan Meriahkan Bazar Ramadan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 50 stan memeriahkan bazar Ramadan. Kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak ini menyedot perhatian warga. Mereka memborong...

Borobudur Dijaga Tiga Lapis

MUNGKID—Keamanan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, saat aksi peduli Rohingya oleh sejumlah ormas menjadi prioritas. Untuk diketahui, aksu peduli Rohingya akan digelar pada hari...

Atribut Melanggar Masih Terpasang

SALATIGA-Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Salatiga bersama tim suksesnya masih saja mengabaikan aturan pemasangan alat peraga kampanye (APK). Hingga kemarin, masih saja ditemui...