33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Himawan MPd, Guru SD yang Kreatif Menulis Berbagai Macam Buku

Amalkan Ilmu Agar Bermanfaat   

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Kreatifitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dan eksistensi seseorang dalam berkarya. Ini pula yang dilakoni Himawan, guru SDN 2 Katonsari, Kelurahan Katonsari, Kecamatan Demak Kota. Selama bertahun tahun menjadi guru di sekolah, ia tak hanya sekedar mengajar  dan mendidik saja. Namun, ia juga mampu berkarya dengan cara menulis buku.

Kapasitasnya sebagai guru multitalenta pun telah teruji. Berbagai macam buku ditulis. Antara lain, buku tanaman (2013). Kemudian, buku Bahasa Inggris untuk siswa TK (2010), buku Bahasa Inggris untuk SD kelas atas ( 2003), buku Bahasa Inggris kelas rendah (2004), buku Paten ujian nasional (2017), buku prima PH (2016), buku kreasi seni kelas 2 SD (2016), buku belajar menggambar SD kelas 1 sampai dengan kelas 6 (2006), buku reasi seni kelas 4 (2016), dan buku kreasi seni kelas 5 (2016).

Ia juga menulis buku tentang rukun Islam dengan 5 jilid buku (terbit 2016) serta buku budidaya ikan lele (2008). Buku-buku karya Himawan tersebut diterbitkan Erlangga, Jakarta. Pria kelahiran Demak, 2 Agustus 1964 ini mengatakan, aktifitas menulis buku dimulai sejak 1994. “Motivasi saya menulis buku ini adalah mengamalkan ilmu agar bermanfaat,” kata Himawan saat ditemui disela mengajar di SDN 2 Katonsari.

Dia menuturkan, di dalam agama Islam, menuntut dan mengamalkan ilmu dapat menjadi amal jariyah. “Karena itu, setiap ilmu yang saya pelajari dan ajarkan saya tulis di kertas. Kemudian, dioret-oret dan menjadi tulisan utuh. Pokoknya ada ide langsung saya tulis,” ujar dia.

Terkait dengan dunia gambar-menggambar misalnya, teknik dan tahapan apa yang harus dilakukan untuk menggambar ditulis. Ini untuk memudahkan apa yang menjadi pokok bahasan yang ditulis dalam buku. “Kegiatan apa saja sebisanya saya tulis. Saya juga akan menulis buku soal kasih sayang mengajar atau mendidik anak. Hubungan batin antara guru dengan siswa ini penting seperti mengunjungi rumah siswa satu-persatu,” katanya.

Dia mengatakan, hingga kini masih banyak orang tua atau guru yang memarahi anaknya atau siswanya karena terlambat sekolah. Kemarahan kadang tidak didasari dengan alasan yang kuat dan masuk akal. Mestinya, dapat diketahui alasan mengapa anak didik ini terlambat. Menurutnya, pengembangan budaya mengajar dan mendidik secara humanis sangat dibutuhkan seorang guru. Dengan demikian, tidak asal mengajar.

“Yang saya rasakan bisa menulis buku adalah kepuasan batin. Bisa menyumbangkan buah pikiran dalam buku. Apalagi pembacanya banyak,” kata Himawan.  Selain itu, menulis buku juga mendapat royalti sehingga dapat memotivasi untuk terus menulis. Meski royalti tidak banyak, namun yang sedikit itu   disyukuri sehingga terasa banyak.

Menulis buku pelajaran atau buku pengayaan sekarang memang menghadapi tantangan. Sejak adanya kurikulum 2013, kebutuhan buku mengalami penyusutan. Sebab, banyak buku yang didrop atau dipasok pemerintah. Karena itu, SD yang sulit berkembang tidak berani membeli buku dari penerbit. Yang membeli buku banyak biasanya sekolah swasta yang kaya. Sebetulnya, kata dia, menulis buku juga dapat memotivasi para guru yang lain agar lebih kreatif. Dia mencontohkan, guru lainnya yang ia provokasi sekarang bisa menulis. “Bu Iswana guru SDN 5 Bintoro misalnya, sudah bisa menulis dan membuat buku Bahasa Inggris. Sudah diterbitkan penerbit Jakarta dan sudah dapat royalti.Untuk Pak Gata menulis buku pengayaan olah raga. Alhamdulillah, kawan kawan guru lainnya juga mulai mencoba menulis buku. Mereka saya bantu supaya termotivasi,” katanya.

Himawan mengatakan, menulis buku setiap aktivitas atau yang dikerjakan sehari hari  tidaklah sulit. Secara teknis, kata dia, langkah awal agar mudah menulis adalah membuat pola atau kerangka tulisan Misalnya, Bab I, II, III, IV dan seterusnya. Kemudian setiap bab kalau ada ditulis sub bab.

Setelah ada kerangkanya, maka masing masing bab tersebut dilengkapi dengan uraian apa yang kita inginkan. “Kalau saya sendiri menulis buku itu, bisa santai. Jika ada langsung saya tulis. Lama-lama kerangka bab tersebut akan penuh sendiri. Sebelum buku dicetak,  bisa dibacakan atau dikoreksi ulang oleh orang lain. Sebab, orang lain biasanya lebih cermat,” ujar Himawan memberikan tips menulis buku.

Dalam penulisan buku ini, kata dia, seorang penulis bisa mengusulkan ke penerbit atau diminta oleh penerbit. Penerbit akan ada permintaan penulisan jika sudah ada buku yang diterbitkan karena sudah teruji. “Awal-awal kita menawarkan dulu untuk diterbitkan,” kata dia. (wahib pribadi/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siswi Kelas 2 SD Hanyut

KEBUMEN - Diduga tidak bisa berenang, siswi kelas dua Sekolah Dasar hanyut di sungai Lukulo, Minggu (7/5). Korban bernama Nurfita Sugiarti, 10, warga Dukuh...

Tak Diatur Pergub, Besaran SPP Bisa Gila-gilaan

SEMARANG – Pemprov Jateng belum mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait penetapan besaran SPP seiring peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemkab/pemkot ke pemprov. Jika tidak...

Flawless Make Up untuk Hari Raya

SEMARANG – Riasan ringan namun tetap mempesona bisa menjadi pilihan untuk bersilaturahmi di Hari Raya. Pengaplikasian warna-warna lembut menjadikan wajah terlihat lebih cerah di...

Usul Bela Negara Masuk Materi Kuliah

MAGELANG- Bela negara bukan militerisisasi, juga bukan hanya milik militer. Namun, bela negara merupakan kebutuhan semua warga bangsa. Bela negara sesungguhnya untuk menumbuhkan rasa...

Kuliah sambil Bisnis Snack

UNTUK mengisi waktu senggang di sela kuliah, Rizqy Bella Saputri bersama temannya membuka bisnis snack yang dijalankan secara online. Selain untuk mengisi waktu luang,...

Anggota Kepolisian Disarankan Pakai Jaket

DEMAK- Anggota kepolisian Polres Demak disarankan supaya lebih berhati-hati jika pulang pergi bekerja. Mereka diminta untuk selalu mengenakan jaket. Ini diperlukan untuk menghindari ancaman...