Hakikat Evaluasi, Penilaian, dan Pengukuran

spot_img

SISTEM pendidikan kita mengacu pada 8 standar nasional pendidikan (SNP).  Standar tersebut adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian.

Salah satu standar yang wajib dilaksanakan oleh guru adalah standar penilaian. Standar penilaian ini sangat penting untuk mengukur ketercapaian proses pembelajaran. Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan standar penilaian, antara lain pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Ketiga istilah ini terkadang digunakan secara rancu.

Pengukuran pada dasarnya merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek secara sistematis untuk menggambarkan karakteristik suatu objek (Mardapi, 2012: 7). Kemampuan seseorang juga dapat dinyatakan dengan angka, sehingga pengukuran pada dasarnya merupakan kuantifikasi suatu objek atau gejala.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengukuran merupakan proses memberikan angka bagi kompetensi yang dimiliki oleh siswa dengan membandingkannya dengan kriteria tertentu, sehingga diperoleh angka-angka yang bersifat kuantitatif. Perlu diingat bahwa  yang diukur bukan peserta didik tersebut, melainkan  kemampuannya dalam menguasai kompetensi pada mata pelajaran tertentu.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh informasi atau data mengenai proses dan hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan dengan cara menganalisis dan menafsirkan data hasil pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan (Tim Penyusun, 2015: 11).

Baca juga:   Geogebra Bikin Belajar Koordinat Kartesius Menyenangkan

Sistem penilaian yang digunakan di setiap satuan pendidikan harus mampu: a) memberi informasi yang akurat, b) mendorong peserta didik untuk belajar, c) memotivasi guru mengajar, d) meningkatkan kinerja lembaga, dan e) meningkatkan kualitas pendidikan (Mardapi, 2012: 14).

Penilaian yang dilakukan guru harus mencakup semua hasil belajar peserta didik, yakni kemampuan kognitif atau berpikir, kemampuan psikomotorik, dan kemampuan afektif. Penilaian ketiga hal ini tidak sama, disesuaikan dengan kebutuhan.

Penilaian dapat dilakukan  dengan berbagai cara dan menggunakan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana ketercapaian kompetensi peserta didik. Dengan penilaian kita dapat mengetahui apakah  peserta didik sudah menguasai kompetensi yang diharapkan atau belum. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).

Konsep Dasar Evaluasi

Evaluasi menurut Griffin dan Nix (1991) adalah judgement terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Menurut definisi ini, evaluasi selalu didahului oleh  kegiatan pengukuran dan penilaian. Jadi, evaluasi merupakan kegiatan lanjutan setelah dilaksanakan pengukuran dan penilaian.

Arikunto (2003) mengungkapkan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan. Tayibnapis (2000) dalam hal ini lebih meninjau pengertian evaluasi program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai.

Baca juga:   Tingkatkan Kompetensi Gerak Spesifik Renang Gaya Dada dengan Gaya Komando

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Selain itu, evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif  keputusan. Dengan demikian, evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Purwanto, 2002).

Berdasarkan uraian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa evaluasi merupakan suatu proses sistematis untuk menemukan nilai suatu program dengan tujuan untuk mengambil keputusan atau kebijakan selanjutnya. Dapat dikatakan bahwa evaluasi merupakan tindak lanjut dari proses penilaian. Dengan demikian, kegiatan ini tidak dapat pula kita lepaskan dari proses pengukuran. Karena itu, memanglah tepat jika dikatakan bahwa kegiatan pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan proses yang bersifat hierarkis.

Di antara ketiga kegiatan tersebut, evaluasi merupakan kegiatan yang paling luas cakupannya karena di dalam evaluasi terkandung pengukuran dan penilaian. Ketiganya saling berhubungan dan diperlukan oleh guru dalam pembelajaran. Sehingga apapun yang dilakukan guru dalam ranah kelas dan pembelajaran bisa terukur. Semoga. (*/aro)

Author

Populer

Lainnya