33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Atlet Gulat Jateng Bidik Target Olimpiade

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Atlet Gulat Jawa Tengah diminta untuk tidak hanya puas dengan prestasi tingkat provinsi ataupun nasional. Mereka harus berani bercita-cita menjadi juara di tingkat internasional.

Ketua umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Andreas Budi Wirohardjo, mengatakan, karir para atlet mencapai puncaknya ketika mereka bisa masuk dan menjuarai olimpiade.

“Apa mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin. Selagi kita semua mau bersinergi untuk mencapai semua itu,” ujar Andreas kepada Jawa Pos Radar Semarang tadi malam.

Andreas menjelaskan, dengan bibit-bibit atlet yang sudah ada saat ini, melihat capaian Popnas beberapa waktu lalu, pihaknya optimistis  pada 2024 Jawa Tengah mampu mengirimkan atlet gulat ke tingkat olimpiade.

“Pengprov akan bersinergi, seperti dengan PPLOP. Untuk yang di luar atlet PPLOP kita serahkan masing-masing pengcab. Desentralisasi ini kita harapkan bisa membuat mereka berkarya sesuai improvisasi masing masing pelatih,” ujarnya.

Andreas menambahkan, di tengah-tengah gencarnya organisasi gulat internasional dalam mengadakan pertandingan, Jawa Tengah akan menyambutnya dengan baik. Untuk itu, di tingkat lokal kata dia, juga harus diadakan kejuaraaan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Dengan kejuaraan ini, mau tidak mau mereka akan berlatih. Sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan siap untuk menuju olimpiade. Saat ini Jateng sudah konsisten mengadakan beberapa kejuaraan,” ujar Andreas pada acara malam apresiasi gulat Jawa Tengah 2017 di Balai Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Dalam acara ini, 9 atlet gulat Jateng peraih medali pada gelaran POPNAS, para pelatih, serta beberapa pihak lainnya seperti UNNES, Pemkab Grobogan, Bank Jateng, Disporapar, dan satu panti asuhan  mendapat apresiasi berupa tali asih dari pihak-pihak yang peduli dengan gulat Jateng atas capaian 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu dari para atlet Jateng dalam gelaran Popnas beberapa waktu lalu.

“Selama sepuluh tahun ini gulat Jateng absen meraih emas. Dapat emas itu tahun 2007 atau 2009. Kita terimakasih adik-adik semangat berlatih. Saya harap ini bukan tujuan akhir. Tapi ini pijakan awal kita,” jelas Andreas.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Sugeng Pudjianto, selaku pembina cabang olahraga gulat melalui sambutan yang disampaikan Alex Efendi yang mewakilinya mengatakan, capaian ini merupakan hasil kinerja yang baik dari semua pihak. Dirinya berharap ke depan atlet Jateng dapat lebih berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin ke depan lebih baik. Pengurus, pelatih dan pihak lainnya bisa bersinergi agar atlet semakin berprestasi. Sehingga disegani di nasional dan internasional,” ujar Sugeng dalam sambutan yang dibacakan Efendi. (cr4/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ingin Ekspor Banyak Terkendala Jaringan

RADARSEMARANG.COM - Di era modern, kerajinan tangan dari bambu mulai ditinggalkan masyarakat. Namun berbeda dengan sekumpulan orang yang tergabung dalam Komunitas DelingAyu. Seperti apa...

Bidan Desa Cek Kesehatan Ibu Hamil

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Bidang kesehatan balita dan ibu hamil menjadi salah satu sasaran target nonfisik program TMMD Reguler ke 102 tahun 2018 di Desa Bonomerto, Kecamatan...

Disabotase PJII Lapor Polisi

SEMARANG – Merasa disabotase, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) melaporkan aksi perusakan puluhan kabel fiber...

Distribusi C6 Diduga Ada Kecurangan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pendistribusian formulir daftar pemulih tetap atau C6 untuk Pilgub Jateng dinilai kurang maksimal. Banyak warga mengeluhkan tidak menerima undangan dari Panitia Pemilih Suara...

Di Sekolah Biasa Dipanggil ”Sinden”

DI mata guru-gurunya di SMK Diponegoro Salatiga, Nur Riwayati dikenal sebagai anak yang ulet, sederhana, pantang menyerah, namun polos. Riwa memiliki semangat belajar tinggi,...

Pendapatan Rp 1,9 Triliun, Belanja Daerah Mencapai Rp 2 Triliun

DPRD Demak bersama Pemkab Demak melalui rapat paripurna telah menyetujui Raperda APBD 2018. Persetujuan dilakukan demi kesiapan percepatan pelaksanaan program pembangunan yang telah dianggarkan...