33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Aplikasikan Tekanan Udara untuk Gerakkan Kereta Monorel

Mulyono, Guru SMP IT PAPB Semarang Ciptakan Monorel Udara 009

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Mulyono memang guru kreatif. Guru IPA SMP Islam Terpadu (IT) PAPB Semarang ini berhasil  mengaplikasikan tekanan gaya dorong udara untuk kendaraan transportasi masal. Temuannya itu berhasil membawanya mewakili Jateng-DI Jogjakarta dalam lomba tingkat nasional yang digelar Balitbang Kementerian Perhubungan pada akhir Oktober mendatang.

ADENNYAR WYCAKSONO

PENGGUNAAN bahan bakar minyak untuk alat transportasi kini mulai diminimalisasi. Salah satunya dengan berlomba menemukan energi tergantikan yang berguna untuk alat transportasi masal. Selain untuk mengurangi kemacetan, alat transportasi masal dengan energi tergantikan ini juga ramah lingkungan. Mulyono pun melakukan penelitian yang berkaitan dengan hukum alam, yakni gaya dorong tekanan udara yang bisa menggerakkan suatu benda.

“Penelitian ini terinspirasi dari roket air yang memanfaatkan tekanan udara untuk meluncur. Jika dengan skala besar tabung penyimpan udara bisa menggerakkan suatu benda yang berat untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria kelahiran Cawas, Klaten 28 Agustus 1984 ini mengaku, pemanfaatan tekanan udara itu bisa digunakan sebagai penggerak alat transportasi berupa kereta monorel. Saat ini, ia mencoba mengaplikasikan temuannya dengan skala kecil yang diberi nama monorel udara 009.

“Kalau roket air hanya menggunakan tekanan udara yang kecil, namun bisa terbang jauh, aplikasi tekanan udara dengan volume yang besar pasti bisa menggerakkan benda yang berat dengan gaya dorong besar pula,” katanya.

Untuk bahan penelitiannya tersebut, ia menggunakan material besi plat. Sementara bagian roda menggunakan laker roda berjumlah 16 buah dalam satu loko. Agar bisa meluncur, loko ini harus memiliki cadangan udara atau mini kompresor di atasnya. “Dalam skala besar tentu tabung penyimpanan udara harus diperbesar, jika roket air itu geraknya ke atas, untuk temuan saya geraknya horisontal,” ujarnya.

Prototipe penelitian yang dibuatnya menghabiskan dana sekitar Rp 2 jutaan. Ia pun terpaksa harus bolak-balik ke tukang las untuk merancang monorel udara 009. Sebenarnya, kata dia, ada dua tipe yang bisa dikembangkan, yakni lokomotif dengan roda menggantung atau relnya di atas dan dengan monorel duduk dengan lintasan atau rel berada di bawah.

“Kesulitannya adalah merancang sistem geraknya dan desain dari roda itu sendiri. Padahal sistem geraknya sama saja, agar lebih mudah saya pakai yang monorel duduk. Di sini saya pakai roda-roda sebagai sistem penggerak dengan jumlah roda sekitar 16 buah untuk satu loko,” tutur alumnus SMA Negeri 1 Cawas Klaten ini.

Berkat gagasannya tersebut, ia berhasil mewakili regional Jateng– DIJ untuk maju ke tingkat nasional, bahkan dari puluhan peserta yang ikut dalam ajang tersebut, Mulyono mengaku menjadi satu-satunya peserta yang memiliki latar belakang guru. “Pesertanya mayoritas mahasiswa, Alhamdulillah saya bisa menang dan mewakili Jateng-DIJ di tingkat nasional,” ucapnya penuh syukur.

Mulyono mengaku, dari mata pelajaran IPA yang diajarkan, sebenarnya banyak yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan atau transportasi. Khusus penelitiannya menggunakan enam modul praktikum, seperti percobaan gaya diperpecat, gaya dan hukum Newton dan lainnya.

“Inilah yang membuat saya tertantang untuk berinovasi membuat rancangan penelitian transportasi masal dengan basic pelajaran IPA,” katanya.

Ia berharap, jika model transportasi yang digagasnya tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan sebagai alat transportasi yang menggunakan energi tergantikan. “Saya berharap bisa diaplikasikan, dengan menggunakan tekanan udara, paling tidak bisa menjadi energi pengganti minyak,” harapnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Buka Kelompok Usia Pra Dini Hingga Remaja

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO-Kegiatan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018 akan membuka kelompok pertandingan kelompok usia tingkat pra dini hingga usia remaja. Kejuaraan tingkat kabupaten...

Johar Digelontor Rp 100 M

SEMARANG – Setelah sempat buntu akibat terkendala dana, pembangunan Pasar Johar bakal segera dimulai. Ini setelah Pemkot Semarang mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat...

Stok Pangan Aman Hingga Tahun Baru

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru aman. Operasi pasar pun siap dilakukan...

Hadirkan Akses Layanan Lebih Mudah

SEMARANG – PLN dalam upaya memudahkan pelanggan kini menghadirkan PLN MOBILE. Sebagai aplikasi berbasis Android, PLN terus melakukan peningkatan kualitas dari sisi layanan dan...

Bulan Dana PMI Capai Rp 702 Juta

DEMAK- Hasil bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2016 total mencapai Rp 781.098.765. Capaian tersebut telah dikurangi penyelenggaraan bulan dana PMI sebesar 10 persen...

Perkuat Sinergi, Jateng Bersiap Sambut Pemudik

SEMARANG – Pemprov Jateng bersama seluruh stakeholder siap memantau dan mengupayakan stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul...