33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Wali Kota Gratiskan Bayar PBB

Untuk NJOP di Bawah Rp 130 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Pemkot Semarang akan membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumah yang memiliki Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 130 juta. Kebijakan tersebut rencananya akan diberlakukan mulai tahun 2018.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa pertimbangan kebijakan tersebut karena NJOP kecil, biasanya luasan rumah sangat kecil dengan kondisi keuangan warga yang kurang bagus atau NJOP kecil biasanya rumah berada di daerah pinggiran yang tidak strategis.

“Pastinya kebijakan tersebut sudah melalui perhitungan matang. Karena, cukup banyak warga yang memiliki rumah dengan range di bawah Rp 130 juta NJOP-nya,” kata Hendrar Prihadi, usai pengundian doorprize bagi Wajib Pajak (WP) PBB yang membayar sebelum jatuh tempo, di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (6/10) kemarin.

NJOP Rp 130 juta, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, dengan asumsi luas tanah sekitar 100 meter persegi. Maka jika luas tanah di bawah 100 meter persegi, maka NJOP pasti di bawah Rp 130 juta. Menurut Hendi, NJOP di Kota Semarang masih jauh di bawah pasaran.

“Contohnya saja rumah saya di daerah Lempongsari, itu per meter katanya bisa mencapai Rp 2 juta. Tapi ini NJOP-nya masih sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu. Kalau kita bisa sampai 50 persen dari harga pasaran saja, pasti banyak PBB yang masuk ke Kasda. Sebagai imbal baliknya yang kecil-kecil ini kita gratiskan (PBB),” jelas Hendi.

Hendi berharap dengan kebijakan dapat memperkecil kesenjangan. “Buat apa sebuah kota maju, tapi yang sejahtera itu-itu saja. Sedangkan warga miskin semakin miskin. Ini harus disiasati dengan strategi agar pembangunan dirasakan semua warga,” tandasnya.

Ditambahkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana bahwa kebijakan tersebut dalam proses kajian dan akan diberlakukan awal Januari 2018. Menurutnya, dengan kebijakan ini tidak akan menurunkan pendapatan Kasda dari sektor PBB. Berdasar catatannya, ada 30 persen pemilik rumah yang NJOP-nya di bawah Rp 130 juta dari total 500 ribu wajib pajak (WP).

“Nantinya akan ada penyesuaian PBB. Kalau pajak kan asas keadilan subsidi silang. Daerah tertentu NJOP disesuaikan. Kami dibantu BPN (Badan Pertanahan Negara) dengan ZNT (Zona Nilai Tanah). Saya harap, wajib pajak dan notaris taat aturan itu,” ujarnya.

Sedangkan, dalam pencapaian PBB hingga September sudah mencapai 96 persen dari target Rp 330 miliar. “Kalau sampai jatuh tempo bulan Agustus lalu mencapai lebih dari 93 persen atau sekitar Rp 310 miliar dari target Rp 330 miliar,” terangnya. Sementara target pajak di 2018 menjadi Rp 400 miliar.

Sementara itu dalam pengundian PBB 2017 kemarin, sebagai wujud terima kasih dan penghargaan atas kesadaran WP yang telah memenuhi kewajibannya dalam membayar PBB sampai dengan jatuh tempo yaitu tanggal 31 Agustus 2017 Pemkot Semarang melakukan pengundian hadiah. Sejumlah hadiah menarik pun ditawarkan seperti 3 unit sepeda motor matic, 10 unit lemari es, 10 unit LED TV, 10 unit mesin cuci 2 tabung dan grand prize berupa 1 unit rumah di BSB Jatisari seluas 97 m2. Tidak cukup itu, untuk pajak undian sebesar 25 persen pun ditanggung oleh Pemkot Semarang.

Pengundian tersebut dilakukan untuk memotivasi dan mendorong kepada wajib pajak PBB agar lebih tertib dalam melakukan pembayaran lebih awal yaitu sebelum jatuh tempo pembayaran atau sebelum 31 Agustus.

Beruntung bagi Setyo Budi, wajib pajak yang beralamatkan di Jalan Gemah Raya II Nomor 19 dari hasil undian yang dilakukan oleh Wali Kota Semarang, ia memenangkan grand prize berupa 1 unit rumah di BSB Jatisari. Sedangkan 3 pemenang undian sepeda motor masing-masing adalah Timbul Sitolin, Untung Darmadi, dan Djoko Sudaryanto.

Di akhir acara, Wali Kota Hendi juga menyerahkan penghargaan kepada 10 wajib pajak pembayar PBB terbesar di antaranya kepada PT Jasa Marga, PT Trans Marga Jateng, PT Angkasa Pura I, PT Cakrawala Sakti Kencana, Bank Mandiri, PT Wijaya Pratama Raya, PT Sango Ceramics Indonesia, SMC Rumah Sakit Telogorejo, PT Simongan Plastic Factory dan PT Djarum Tbk Semarang. (zal/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Haru, Ibu Peluk Anaknya

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kota Magelang dikukuhkan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito di Pendopo Pengabdian, kemarin. Momen sakral tersebut berubah...

Pembangunan Lanjutan Butuh Rp 1,5 M

WONOSOBO - Kegelisahan pedagang mengenai kepastian pembangunan Pasar Selomerto, terjawab. Rencananya pasar akan dibangun pada 2018. Saat ini tengah menunggu proses lelang oleh ULP....

Dewan Minta Potensi Desa Wisata Dikembangkan

SEMARANG – Potensi desa wisata yang ada di Jawa Tengah (Jateng) harus dioptimalkan. Sebab, jika dikelola dengan baik jelas akan berimbas bagi perekonomian masyarakat....

Siapkan Dana Pendamping BOS

SEMARANG-Pemkot Semarang sedang merintis program sekolah gratis bagi siswa tidak mampu di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang berada...

Main Judi Saat Ramadan, Ditangkap

KAJEN - Tiga warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Jumat (16/6) dini hari ditangkap Sat Reskrim Polres Pekalongan saat bermain judi dadu di salah satu...

Debat Pilbup Magelang Seperti Kontes Pidato

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menggelar debat publik bagi dua pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Magelang 2018 di GOR Gemilang Sabtu...