33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Investasikan Rp 50 Miliar

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Gandhi Seva Loka (GSL) Indonesia menginvestasikan hingga Rp 50 miliar untuk pembangunan Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS) Semarang. Kota ini dinilai cukup strategis untuk mengembangkan sekolah dengan kurikulum international baccalaureate.

President GMIS, Shyam Rupchand Jethnani mengatakan, Semarang merupakan kota keenam untuk sekolah ini. Sebelumnya sudah ada empat di Jakarta dan satu di Bali. Semarang dipilih karena dinilai belum terdapat sekolah yang menerapkan kurikulum international baccalaureate.

“Kurikulum yang mengedepankan praktik ini sebetulnya sudah dipakai di banyak negara, di Jakarta juga sudah banyak. Karena di Semarang masih belum ada, kami pilih kota ini dengan investasi tahap pertama sekitar Rp‎ 30 miliar sampai Rp 50 miliar,” ujarnya disela peletakan batu pertama, kemarin.

Chairman GMIS Semarang, Suresh Vaswani menambahkan, sekolah yang berlokasi di kawasan perumahan Grand Candi Golf ini ditargetkan bisa selesai paling lambat bulan Juni 2018 mendatang sehingga bisa memperoleh siswa baru.

Selain itu lanjutnya, meski menerapkan kurikulum pendidikan bertaraf internasional, biaya pendidikan dipastikan terjangkau untuk kalangan menengah. “Kami tidak mau yang termahal, bahkan dibandingkan sekolah internasional lainnya kami yang murah. Sehingga seluruh masyarakat kelas menengah, bisa sekolah di sini,”imbuhnya.

‎Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Mulyono yang juga berkesempatan hadir menambahkan, pihaknya terbuka dengan kehadiran sekolah internasional di Jawa Tengah. Pihaknya memastikan di kawasan tersebut memang membutuhkan keberadaan sekolah tersebut.

“Kami terbuka tapi tidak bebas. Karena pertumbuhan sekolah juga harus menghitung sasaran siswa disana. Sekolahnya banyak, siswanya sedikit nanti jadinya juga tidak sehat,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desa Siwal Miliki Produk Batik Unggulan

RADARSEMARANG.COM, KALIWUNGU - Disamping sistem administrasi pemerintahan yang bagus, Desa Siwal juga memiliki produk batik unggulan. Bahkan, batik ini menjadi pakaian resmi bagi perangkat...

Si Playboy Itu Bisa Jadi PM

Oleh: Dahlan Iskan Ia dikenal playboy. Tukang kawin cerai. Banyak pacar. Ia memang ganteng sekali. Dulu. Sangat laki-laki. Sampai sekarang. Dan mega bintang. Selamanya. Sampai...

Dinkes Lakukan Imunisasi Ulang

BATANG – Kembali mewabahnya bakteri mematikan difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang akan menggelar imunisasi ulang difteri. Terutama, daerah di sekitar pasien yang dinyatakan...

Kantor Gubernur Tak Ramah Difabel

SEMARANG – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fasilitas publik belum ramah difabel. Termasuk di kantor pemerintahan. Praktis, penyandang disabilitas mengalami kesulitan jika...

Semesta Ajak Tokoh Agama Perangi Radikalisme

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banyaknya aksi radikalisme dan terorisme yang terjadi belum lama ini, mengancam kesatuan dan keutuhan bangsa. Bahkan aksi tersebut menyasar tempat peribadatan...

Bupati Pengatur Negara

Di tengah duka Surabaya, teman saya meninggal pula: Ki Dalang Enthus Susmono. Agak telat saya tahu. Dari kiriman video teman dari Indonesia. Yang menyebutkan...