33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Dalam 3 Bulan, Selesaikan Ganti Untung Warga

Terkait Program Reaktivasi Rel KA Tawang-Pelabuhan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Perjuangan warga Kebonharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, yang terkena gusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu, akhirnya menemukan titik terang. Setelah dilakukan pertemuan dengan sejumlah direktorat jendral (Dirjen) kementrian di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jakarta, Kamis (5/10) kemarin. Di antaranya, yang meliputi BPN/Kementrian Agraria, Kementrian Perhubungan, Kementrian Perekonomian, Kementrian Keuangan, Sekda Pemprov Jateng, Asisten I Pemkot Semarang dan Kepala Biro Hukum Pemkot Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, turut serta sekitar 50-an perwakilan warga Kebonharjo yang didampingi Badan Akuntabilitas Publik (BAPDewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI). Anggota BAP DPD RI, Bambang Sadono mengatakan bahwa pihaknya semula menerima keluhan warga. Kemudian meninjau lokasi yang ditindaklanjuti rembuk bareng dengan semua pihak. “Akhirnya masalah tersebut disepakati untuk dibawa ke Jakarta agar bisa diselesaikan bersama pemerintah pusat dengan sejumlah pejabat daerah maupun menteri terkait dan warga,” katanya.

Dari hasil pertemuan tersebut, katanya, masalah warga Kebonharjo akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan, dengan kesepakatan reaktivasi jalur kereta api Tawang-Pelabuhan dijadikan program strategis nasional. Dengan demikian, aturan dan payung hukumnya jelas, termasuk untuk ganti rugi, angka-angka yang diterima warga akan jauh lebih layak.

“Penyelesaian masalah Kebonharjo ini, nanti akan dikoordinatori Menko Bidang Perekonomian. Dengan demikian, titik terang atas kasus ini sudah mulai kelihatan,” kata Bambang Sadono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/10) kemarin.

Karena sudah ada titik terang, pihaknya tinggal mengawal sehingga penyelesaiannya jelas dan sesegera mungkin terealisasi sesuai waktunya. “Apapun istilahnya, mau ganti untung atau ganti bonus dan sebagainya, intinya warga akan mendapat ganti yang layak. Maka dari itu, kami sambut baik titik terang ini. Dan kami akan terus mengawal sampai hak masyarakat diterima,” ungkapnya.

Sama halnya dengan, Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono menyatakan akan mendukung penuh jika program reaktivasi jalur kereta api Tawang-Pelabuhan dimasukkan ke dalam proyek stategis nasional. Dengan demikian, nantinya warga bisa memperoleh ganti untung. “Kami senang, sehingga maaslah ini tidak berkepanjangan dan akhirnya mendapatkan titik terang,” ujarnya.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Dio Hermansyah Bakri mengaku senang sehingga semua pihak bisa duduk bersama menyelesaikan masalah lahan tersebut. Dengan begitu, bisa disepakati dan diselesaikan dengan cepat, tidak ada yang dirugikan.

Dikatakannya, dalam pertemuan tersebut tim BAP DPD merekomendasikan kepada pemerintah daerah dan menteri terkait, agar memberikan ganti rugi yang layak, sesuai Peraturan Presiden nomor 58 tahun 2017. “Kami meminta kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar terlebih dahulu mengakui SHM yang dimiliki warga, sebelum mengadakan pembangunan proyek. Sehingga warga tidak dirugikan,” tandasnya.

Sedangkan, tokoh warga Kebonharjo, Diana Sukorina menyarankan agar pemerintah melakukan pencatatan ulang aset-aset penting negara dan menunjuk dengan teliti lembaga apa saja yang mengelola aset tersebut. Dengan begitu, tidak salah sasaran dan merugikan rakyat jika pemerintah membutuhkan aset-aset itu untuk pembangunan. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...