33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Angkat Eksistensi Batik Semarangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BALAI KOTA – Motif batik Semarangan sejauh ini masih kalah dengan motif batik dari daerah lain. Padahal, motif batik yang dimiliki kota Lumpia ini tidak kalah dengan daerah lain. Sebagai upaya mengangkat eksistensi motif batik Semarangan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kota Semarang menggelar lomba desain batik Semarang.

Lomba yang telah digelar pada 11-20 September 2017 lalu, telah memunculkan pemenang.

Desain ikon kuntul, Tugu Muda dan asem milik Dwi Rahayu Subekti menjadi juaranya.

Kepala Dinas Koperasi dan UM Litani Satyawati mengatakan, lomba digelar guna melestarikan motif batik Semarangan yang selama ini cukup kalah bersaing dengan motif batik dari daerah lain.

“Kami berharap lomba ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap keberadaan khasanah nusantara yang perlu untuk terus digali, khususnya di Kota Semarang melalui motif batik Semarang,” terangnya.

Dijelaskan, penjuarian sudah dilakukan dari tim dewan juri yang terdiri dari kalangan pakar batik. Adapun juara kedua adalah Gerin Natalino An Raufi dengan motif Jagat Semarang dan juara tiga diraih Joko Sunarto dengan ide motif juga Jagad Semarangan.

Sedangkan juara harapan dibagikan kepada Deddy Award (Batik Dugderan), Elvin Okta (parang Sekar Arang) dan R Chandra Suryawan (Kawung Semarang). Total peserta dalam lomba ini mencapai 55 orang dimana desain motif batik dapat dibuat secara manual (gambar tangan) atau menggunakan aplikasi pengolah grafis komputer (CorelDraw, Photoshop, Ai).

Pihaknya akan menindaklanjuti para juara lomba ini dengan pembinaan terhadap desainer maupun perajin batik lainnya. Mengingat kualitas desain peserta ini sangat baik.

“Kami akan gelar seminar mengenai batik pada 17 Oktober mendatang sekaligus sebagai tindaklanjut langkah pembinaan kepada perajin dan desainer,” tukasnya.

Pemenang lomba, Dwi Rahayu Subekti menjelaskan jika dipilihnya kuntul, Tugu Muda dan asem sebagai dasar desain utama karena ketiganya merupakan ikon Kota Semarang.

“Sebagai ikon, tentu harus dipertahankan dan diimplementasikan dalam berbagai hal salah satunya desain batik ini. Saya mencoba memasukkan ikon itu sebagai isen-isen,” ujarnya. (zal)

Berita sebelumyaInvestasikan Rp 50 Miliar
Berita berikutnyaMechanical Cup 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Serukan Boikot Produk Amerika

SALATIGA - Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan (Apik) Salatiga, Rabu (13/12) berunjukrasa mengutuk keputusan presiden Amerika Serikat Donald...

SMP N 9 Juara Poco-Poco

SALATIGA - Tim senam siswa SMPN 9 Salatiga menjadi juara I dalam lomba Senam Poco-Poco Nusantara tingkat nasional di Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta...

Penuhi Stok, PMI Aktif Kontak Pendonor Darah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Selama Ramadan hingga Lebaran, PMI Kota Magelang telah mempersiapkan stok darah untuk melayani kebutuhan darah wilayah Klaten, Kota Semarang dan eks...

12 Peneliti Undip Terlibat Pengembangan Bus Listrik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) bekerjasama dengan National Center for Sustainable Transportation (NCSTT) dalam pengembangan bus bertenaga listrik. Dalam program ini, sedikitnya 12...

Hadirkan Nuansa Heritage dan Menu Khas

Memiliki kekhususan dan kekhasan. Baik pilihan menu, konsep maupun tema outlet. Inilah yang diunggulkan oleh Restoran Pringsewu Group, beserta jaringannya. Salah satunya adalah Restoran...

Masyarakat Jangan Apriori

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD mengajak seluruh masyarakat Jateng ikut terlibat dalam Pilkada serentak dan Pilgub 2018. Partisipasi masyatakat sangat diperlukan agar proses demokrasi semakin...