33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

57 Desa di Kendal Masih Kumuh

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL – Kabupaten Kendal masih belum bebas dari kawasan Kumuh. Tercatat dari data Forum Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM) Kendal, masih ada sekitar 57 desa dari jumlah 268 desa di Kendal tergolong kumuh.

Padahal, 2019 pemerintah pusat telah mencanangkan 2019 program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).  Dimana semua daerah harus bebas dari kumuh. Tahun ini, sesuai sesuai Perbup 2016, ada 14 desa yang mendapatkan penanganan melalui program Kotaku.

Koordinator Forum BKM Kab Kendal, Petrus Daljo Pranoto mengatakan, target penanganan di 14 desa program Kotaku memang masih terlalu sedikit. Itupun anggaran juga masih sangat minim. Sehingga Desa harus mengusahakannya sendiri-sendiri untuk menata desanya dengan.

“Malah 43 desa lainnya tidak mendapatkan anggaran karena tidak termasuk Program Kotaku. Sehingga kesulitan menjadikan desa bebas kumuh, karena tidak ada anggarannya. Desa sendiri juga tidak memiliki anggaran khusus,” katanya saat audiensi dengan DPRD Kendal, kemarin.

Petrus mengatakan, audiensi ini untuk menyampaikan agar desa-desa yang tidak masuk program Kotaku supaya bisa mendapatkan anggaran. Dijelaskan, kawasan bebas kumuh itu meliputi banyak kriteria, antara lain kondisi drainase lacnar, semua rumah memiliki jamban, kondisi jalan lingkungan harus halus dan sebagainya.

“Untuk mencapai kawasan bebas kumuh itu butuh anggaran, makanya kami menyampaikan ke dewan supaya permasalahan ini bisa segera diatasi. Sehingga target Kotaku 2019 bisa tercapai,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono mengatakan, agar desa-desa yang tidak masuk program Kotaku bisa mendapatkan anggaran  menurutnya salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah merubah Perbupnya. “Ini salah satu jalan,  disamping Desa bisa menganggarkan melalui Dana Desa ataupun Anggaran Dana Desa (ADD),” tuturnya.

Tono berharap, pihak Pemkab melakukan koordinasi dengan semua perusahaan supaya bisa membagi dana CSR-nya untuk program klawasan bebas kumuh. “Perlu segera ada komunikasi dengan perusahaan terkait penggunaan dana CSR,” tambahnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gerakkan Ekonomi Warga Lewat Balkondes

MUNGKID – Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Magelang, kini memiliki Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang menjadi binaan bank BNI. Sebelumnya juga telah dirintis program Kampung...

Tingkatkan Peran Wanita

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang wanita di zaman sekarang ini harus mampu berperan dalam dua sisi, yaitu sebagai seorang ibu dan seorang istri. Hal ini...

Ribuan Warga Jalan Sehat Bersama BPR Sinar Garuda

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Ribuan warga Desa Mertoyudan Kabupaten Magelang antusias mengikuti jalan sehat yang digelar BPR Sinar Garuda, Minggu (2/9) di lapangan Desa Mertoyudan....

Ubah Stigma Gaya-gayaan, Tingkatkan Aksi Sosial

SEMARANG - Komunitas Chevrolet Estate Optra (CEO) Regional Jateng mencoba menghapus stigma pada sebuah komunitas mobil yang cenderung untuk gaya-gayaan semata. Salah satunya dengan...

Menuju Kurikulum yang Integral (3)

RADARSEMARANG.COM - KAJIAN terhadap kurikulum pendidikan musti dilakukan. Hemat penulis, sudah saatnya Indonesia menerapkan kurikulum integratif. Yakni, mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Terkait...