28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Parpol Wajib Isi Data Sipol

UNGARAN – Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak mendatang, seluruh partai politik (Parpol) wajib untuk mengisi data di sistem informasi parpol (Sipol). Hal itu dikatakan oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Saka saat ditemui di Ungaran, Jumat (6/10).

“Asumsi saya, sejak hari ini hingga batas akhir pendaftaran parpol harus siap data. Ini salah satu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Mengacu kepada ketentuan KPU, seluruh data yang diserahkan ke KPU Kabupaten/Kota adalah sama yang dimasukkan ke Sipol. Kalaupun belum sama, pihaknya bakal mendorong KPU untuk menegakkan aturan main yang ada. “Itu soal teknis yang nampaknya sederhana, tetapi pengalaman Pemilu 2014 lalu banyak permasalahan di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terdapat hal baru dalam rangka pengawasan. Dimana dalam UU tersebut dijelaskan sebisa mungkin sebelum ada pelanggaran, Bawaslu hendak melakukan upaya pencegahan.

Artinya, apabila tidak sesuai aturan main maka itu tergolong pelanggaran. “Bawaslu bisa masuk melakukan penindakan. Sosialisasi yang digelar KPU termasuk mencegah terjadinya pelanggaran,” jelasnya.

Fajar menyebutkan, dalam undang-undang baru tersebut ada satu hal perubahan yang spesifik terkait penindakan pelanggaran. Dimana proses pelanggaran administrasi nantinya akan diarahkan ke penyelesaian terbuka. Begitu juga dengan penyelesaian sengketa Pemilu.

Khusus untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, karena sifatnya nasional maka akan diselesaikan di Bawaslu Pusat. “Seluruh indikasi pelanggaran bisa dibawa ke Bawaslu, untuk diuji yang sifatnya terbuka pula,” katanya. (ewb/bas)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here