32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Dewan Minta Pedagang Ikuti Program Pemerintah

SEMARANG-Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar para pedagang di sekitar Pasar Johar bekas terbakar memahami program Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Para pedagang tanpa terkecuali, mulai Jalan Agus Salim, Jalan Pedamaran, Kanjengan, maupun Pasar Yaik Baru, agar mengikuti rencana relokasi tahap II di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Slamet Riyanto meminta agar para pedagang mengikuti program pemerintah. Ia menegaskan dan menjamin bahwa program pemerintah tidak mungkin menyengsarakan pedagang. “Maka, ikuti saja program pemerintah. Ini juga untuk membangun Pasar Johar Baru dan pemugaran bangunan Pasar Johar cagar budaya yang nantinya untuk semua pedagang,” kata Slamet, kemarin.

Sehingga proses pembangunan semakin cepat terealisasi dan pedagang nantinya kembali menempati Pasar Johar Baru. “Kalau para pedagang tidak mau direlokasi ke relokasi MAJT tahap II, maka akan menghambat pembangunan. Dampaknya, realisasi pembangunan Pasar Johar Baru juga akan terganggu dan tidak segera selesai,” katanya.

Memang, lanjut dia, dibutuhkan kesadaran bagi para pedagang untuk ikut mendukung program pemerintah. Relokasi memang tidak menguntungkan bagi pedagang. Tetapi hal itu harus dilakukan agar ada perubahan lebih baik. “Kalau berkumpul bersama dan terpusat di MAJT, maka pengunjung juga akan mencari dan relokasi Johar di MAJT. Kondisinya juga ramai,” katanya meyakinkan.

Sesuai rencana, awal Tahun 2018, relokasi tahap II ini segera dilakukan. Kemudian pembangunan bisa realisasikan agar cepat selesai. “Bagaimana agar sekarang ini para pedagang memiliki kesadaran bersama. Sesuai rencana, awal tahun 2020 Johar Baru sudah selesai, kemudian para pedagang yang ada di tempat relokasi bisa menempati bangunan baru,” katanya.

Sementara itu, saat ini proyek pembangunan tempat relokasi tahap dua di kawasan MAJT masih terus dikebut. Dinas Perdagangan Kota Semarang mendesak kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan hingga 15 Desember 2017 mendatang. Januari, ditargetkan semua pedagang Pasar Yaik Baru sudah direlokasi di relokasi tahap II MAJT tersebut.

“Sesuai kontrak, pembangunan relokasi tahap II harus selesai 21 Desember 2017. Tapi kami meminta 15 Desember selesai. Setelah itu, Januari 2018, harus sudah ditempati para pedagang. Termasuk para pedagang Pasar Yaik Baru. Kawasan Johar benar-benar harua steril dari pedagang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Fajar berharap agar pedagang tidak perlu ada istilah manuver terkait rencana relokasi ini. Terutama, rencana pemindahan para pedagang Yaik Baru ke relokasi MAJT tahap II ini. “Tak perlu ada manuver-manuver. Saya melihat ada sejumlah orang yang berupaya menjembatani para pedagang untuk melakukan manuver, menentang pemerintah,” katanya.

Januari 2018 mendatang, lanjut Fajar, semua pedagang di kawasan Johar harus pindah ke relokasi MAJT II. Sebab, kawasan Johar harus steril dari pedagang. “Kami sudah berupaya mendesak kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan hingga pertengahan Desember 2017,” katanya.

Pemkot Semarang juga berjanji akan membuatkan akses jalan tembus dari Jalan Arteri Soekarno – Hatta ke Jalan Jolotundo untuk mendukung tempat relokasi ini. “Kami sediakan fasilitas pendukung di tempat relokasi. Salah satunya adalah pembangunan jalan tembus tembus dari Arteri Soekarno – Hatta melintas ke relokasi MAJT bisa tembus ke jalan Jolotundo,” ujarnya. (amu/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here