33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

HET Beras Medium Sulit Dikontrol

Permendag 57/2017 Perlu Direvisi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, perlu direvisi. Sebab, regulasi itu sulit diimplementasikan, terutama HET beras jenis medium.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng coba mengecek pelaksanaan Permendag tersebut di Pasar Dargo Semarang, Kamis (5/10). Di sana, ditemukan ada beras jenis medium yang dijual melebihi HET.

Salah satu pedagang beras di Pasar Dargo Semarang, Hendro Saputro mengaku tidak melulu bisa menjual beras jenis medium di bawah HET yang telah dipatok pemerintah, yakni Rp 9.450 per kilogram. Sebab, ada salah satu merk beras golongan medium yang dijual Rp 9.800 per kilogram.

“Itu harga yang saya beli dari pabrik, lho. Kan sudah di atas HET. Saya beli Rp 9.800, jualnya Rp 10 ribu. Nanti tingkat pengecer, pasti lebih tinggi lagi. Sampai Rp 11 ribu per kilogram,” ucap pedagang yang tokonya kerap menjadi tempat kulakan pengecer.

Karena itu, dia memberi masukan agar pemerintah tidak perlu menentukan HET beras medium. Dari pengalamannya, fluktuasi harga beras kelas medium berjalan dengan sendirinya sesuai dengan permintaan pasar dan masa panen beras. Ketika terjadi panen raya, harga akan turun. Sementara jika stok beras menipis karena sejumlah daerah gagal panen, otomatis harga naik.

“Pembeli tidak pernah mempermasalahkan HET. Kalau pas beras mahal karena gagal panen, mereka memaklumi. Toh kalau pas panen raya, harga beras ya jatuh,” terangnya.

Pedangang yang sudah 10 tahun berdagang beras ini juga mengkritisi mengenai penggolongan jenis premium dan medium. Sebab, range jenis medium cukup besar. Bahkan ada yang tingkat bulir pecahnya tergolong rendah, masih digolongkan jenis medium.

“Itu masukknya medium kelas 1 yang mendekati premium. Tapi kan HETnya tetap ikut kelas medium. Kalau dari pabrik harganya sudah tinggi, masa pedagang harus rela ambil laba sedikit demi menjaga HET,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo menjelaskan, pengecekan di pasar ini merupakan bagian dari upaya pengawasan Permendag 57 Tahun 2017 yang diterbitkan 1 September lalu 2017. “Permendag itu memang perlu dievaluasi. Nah, pengawasan ini dalam rangka mengumpulkan informasi langsung dilapangan soal impelemetnasi Permendag tersebut,” bebernya.

“Semua hasil ini akan kami laporkan ke pusat untuk menjadi bahan pertimbangan evaluasi Permendag,” imbuhnya. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...