32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

PTUN Tolak Gugatan Pedagang Pasar Kobong

SEMARANGMajelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak secara keseluruhan gugatan pedagang Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong) Semarang yang melawan Dinas Perdagangan Kota Semarang terkait penerbitan surat perintah pindah ke Pasar Rejomulyo baru. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka, Kamis (5/10).

“Mengadili, dalam eksepsi menolak eksepsi tergugat. Dalam pokok perkara, menolak gugatan secara keseluruhan, membebankan biaya perkara kepada penggugat,” kata majelis hakim yang dipimpin Diah Widi Astuti dalam amar putusannya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai jika gugatan pada pokoknya adalah pedagang yang menolak direlokasi ke pasar baru, karena khawatir usahanya mati. Alasannya, pedagang mengaku pasar tidak sesuai baik dari segi luasan, sarana prasarana dan sebagainya. Namun dari fakta dan bukti, majelis justru menemukan jika luasan pedagang sesuai register hanya 1.348 m2.

“Sedangkan luasan Pasar Ikan Rejomulyo baru sebesar 2.600 m2. Sehingga majelis menilai dari segi luasan, pasar baru mampu menampung pedagang,”ungkapnya.

Majelis hakim juga menyebutkan, kekhawatiran pedagang terkait lantai yang licin, drainase yang sempit, serta tempat parkir dan loading dock yang tidak mencukupi, majelis hakim menilai Pemkot Semarang sudah melakukan perbaikan.

“Hanya saja dari segi loading dock memang harus dilakukan pembenahan. Akan tetapi, hal itu tidak membuat pasar tidak representatif,”ungkap majelis.

Terkait diterbitkannya objek sengketa, yakni berupa surat perintah kepada pedagang untuk menempati pasar baru, hal itu adalah tugas pokok Dinas Perdagangan, yakni mengelola pasar dengan cara sistematis. Hal itu juga sudah diatur dalam Perda Nomor 9 Tahun 2013 Kota Semarang tentang peraturan pasar, salah satu caranya dengan menerbitkan Surat Peringatan (SP).

“Dengan demikian, tindakan tergugat menerbitkan objek sengketa telah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Maka gugatan tidak terbukti dan haruslah ditolak,”sebutnya.

Kuasa hukum pedagang Pasar Kobong, RM Joko Hardiyono, menyatakan, kecewa dan akan menempuh upaya hukum banding dan berjuang sampai Peninjuan Kembali (PK).

Menurutnya, putusan majelis hakim sama sekali tidak melihat fakta dan bukti yang ada. Apalagi majelis hakim juga sudah melakukan sidang lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dari Pasar Kobong dengan Pasar Rejomulyo baru.

“Hakim padahal tahu sendiri lokasinya seperti apa, sudah kami ajak ke lokasi. Namun hasil sidang lapangan itu sama sekali tidak dijadikan bahan pertimbangan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Semarang melalui Dinas Pasar meminta para pedagang ikan di Pasar Kobong segera pindah ke Pasar Ikan Rejomulyo baru. Namun para pedagang enggan pindah, karena menilai pasar tidak representatif.

Pemkot kemudian mengeluarkan surat peringatan kepada pedagang untuk segera pindah, yakni SP1, SP2 dan SP3. Penerbitan SP3 itulah yang kemudian digugat oleh pedagang. Namun gugatan pedagang itu ditolak oleh majelis hakim PTUN Semarang. (jks/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here