33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Tertimbun Longsor, 1 Tewas, 2 Luka

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID— Aktivitas penambangan pasir di gunung Merapi kembali memakan korban. Rabu (4/10) kemarin,  penambang manual tertimbun material longsor saat asyik menggali.  Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka. Korban meninggal bernama  Sumardi, 50. Sedangkan dua lainnya, masing-masing Suparno, 40, mengalami luka patah punggung; dan Yudi Purnomo, 32, luka ringan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu,  longsor terjadi sekitar pukul 08.45. Pagi itu, tiga penambang menggali  pasir di alur sungai Bebeng area Tanggulangsi. Kawasan itu dekat Dusun Cepagan Desa, Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Tiga warga Sempu, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta  itu menggali material pasir di bekas penambangan yang membentuk cekungan dalam. Cekungan berkedalaman lima meter. Nah, ketika korban sibuk menggali,  tiba-tiba gundukan pasir di atas mereka mengalami longsor. Tak pelak, ketiganya tertimpa lelongsoran batu dan pasir.  ”Korban yang tewas sedang menggali di bagian paling bawah. Kalau dua rekannya yang selamat, posisinya di atas,” ucap Eryanto,  saksi mata kejadian.

Begitu tertimpa longsor, korban selamat berteriak meminta tolong. Sejumlah penambang yang berada di sekiar lokasi, bergegas memberikan pertolongan kepada para korban. ”Korban terakhir kita angkat sekitar setengah jam kemudian, tapi sudah dalam kondisi tewas.”

Tidak lama kemudian, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Korban selamat dan meninggal dilarikan ke RSUD Murangan, Kabupaten Sleman.  ”Kita sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan melakukan olah TKP.  Kesimpulannya, kejadian itu murni kecelakaan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang, AKP Santoso. Menurut Santoso, lokasi penambangan cukup membahayakan keselamatan para penambang. Pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan untuk tidak melakukan kegiatan penambangan di lokasi tebing.

Sebelum ini, kejadian kecelakaan tambang juga terjadi di alur Kali Bebeng, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, awal Agustus lalu. Seorang penambang manual bernama Suryantoro, 31, warga Kemiren Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, meninggal dunia.  Maret 2017 lalu, pasangan suami istri, Kadiyono, 45, dan Lasmini, 52—sepasang penambang—juga tewas tertimpa longsoran pasir di kawasan Bego Pendem, Dusun Jamburejo, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Keduanya,  warga Dusun Santren, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. Mereka tertimpa tebing setinggi 5 meter. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banjir dan Longsor Landa Leyangan

UNGARAN – Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (20/3) siang. Longsor menimpa bagian belakang rumah milik Azis, 41,...

Polisi Minta Pemkab Revisi Perda Miras

"Selama ini, biaya penanganan Tipiring malah lebih mahal dari denda yang diberikan kepada para pelaku. Denda tipiring terlalu ringan, hanya Rp 200 ribu.” AKBP HINDARSONO MUNGKID—Pelaku...

Pelatihan Menulis Artikel Guru

RADARSEMARANG.COM - JAWA Pos Radar Semarang bekerja sama dengan Kelas Literasi Guru Jateng akan menggelar pelatihan menulis artikel di media massa. Kegiatan tersebut akan...

21 Nelayan Jateng Ditangkap

SEMARANG - Para nelayan di Kabupaten Pati, terutama pengguna alat tangkap cantrang, meminta jaminan keamanan saat melaut. Sebab, toleransi larangan penggunaan cantrang selama enam...

JNE dan MMPI Bantu Korban Banjir Bima

SEMARANG – Bencana banjir yang melanda Bima, Nusa Tenggara Barat Desember lalu masih menyisakan banyak kepedihan bagi para korbannya. JNE Express yang telah lebih...

UTI Pro Jateng Kirim 11 Atlet di Kejuaraan Dunia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Jateng dan Kota Semarang akan mengirimkan 11 atlet taekwondo asal Semarang untuk mengikuti perlombaan dunia bernama CK Classic...