Rustri Berkomunikasi Intensif dengan Parpol

Rencana Nyagub Jateng 2018

144
Rustriningsih (ISTIMEWA).
Rustriningsih (ISTIMEWA).

SEMARANG- Mantan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, belum yakin betul menentukan langkah dalam bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Meski sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik (parpol), saat ini dia masih menunggu dan melihat perkembangan politik yang terjadi di Jateng.

Dia mengaku, tidak sedikit tamu yang merupakan jaringan lama, datang ke kediamannya. Mereka menanyakan mengenai sikap saat Pilgub mendatang. “Mereka menanyakan, mau maju atau tidak. Sampai sekarang, saya belum memberi jawaban,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/10).

Banyak pertimbangan yang membuat Rustri belum menentukan langkah. Utamanya mengenai kendaraan politik. Ketika ditanya rencana maju lewat jalur perseorangan atau independen, dia juga tidak begitu yakin. Sebab, ketika mempelajari form pendaftaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, dia menilai ada hal yang justu membuat posisi pendaftar jadi lemah

“Misalnya, sudah punya massa pedagang ikan hias di seluruh Jateng. Saya bisa memerintahkan semua jaringan untuk mengisi formulir itu. Tapi, di salah satu halaman formulir itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW. Sedangkan jaringan itu kan mencar. Tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis,” terangnya.

Syarat teknis pengisian seperti itu, lanjutnya, menjadi problem tersendiri jika menjadi calon independen di tingkat provinsi. Menurut Rustri, jika itu untuk tingkat kabupaten/kota, bisa jadi bukan kendala yang berarti.

Mengenai persyaratan jumlah pendukung, yakni minimal 1,7 juta pendukung dari total daftar pemilih tetap (DPT) 27,6 juta orang, Rustri merasa sanggup. Pasalnya, selama ini pihaknya terus melakukan kegiatan, utamanya dengan kalangan pemuda. Di Kebumen saja, dia punya agenda tetap yang mengumpulkan sekitar 1.400 orang setiap pekan.

“Kalau mau aman, harus punya massa dua kali yang ditentukan. Sekitar 4 juta. Itu bukan hal yang sulit,” bebernya.

Melihat nama-nama bakal calon gubernur (bacagub) yang telah muncul, Rustri mengungkapkan apreasiasinya. Terutama tokoh-tokoh nasional, seperti Sudirman Said dan Marwan Jafar yang mau membangun daerah mereka. “Itu bagus. Mereka mau kembali untuk mengembangkan tanah kelahiran mereka,” cetusnya.

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto menilai, Rustri masih dianggap tokoh politik wanita yang mumpuni. Apalagi, ketika menjadi pejabat, tidak pernah tersandung kasus korupsi. “Di wilayah Selatan, nama Bu Rustri masih sangat populer,” terangnya.

Yang disayangkan, lanjutnya, belum ada partai politik yang menjadi kendaraan untuk maju ke bursa Pilgub Jateng. Mungkin karena nama Rustri belum muncul menjadi perbincangan masyarakat. “Jadi, partai politik belum meliriknya,” katanya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here