33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Rustri Berkomunikasi Intensif dengan Parpol

Rencana Nyagub Jateng 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Mantan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, belum yakin betul menentukan langkah dalam bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Meski sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik (parpol), saat ini dia masih menunggu dan melihat perkembangan politik yang terjadi di Jateng.

Dia mengaku, tidak sedikit tamu yang merupakan jaringan lama, datang ke kediamannya. Mereka menanyakan mengenai sikap saat Pilgub mendatang. “Mereka menanyakan, mau maju atau tidak. Sampai sekarang, saya belum memberi jawaban,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/10).

Banyak pertimbangan yang membuat Rustri belum menentukan langkah. Utamanya mengenai kendaraan politik. Ketika ditanya rencana maju lewat jalur perseorangan atau independen, dia juga tidak begitu yakin. Sebab, ketika mempelajari form pendaftaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, dia menilai ada hal yang justu membuat posisi pendaftar jadi lemah

“Misalnya, sudah punya massa pedagang ikan hias di seluruh Jateng. Saya bisa memerintahkan semua jaringan untuk mengisi formulir itu. Tapi, di salah satu halaman formulir itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW. Sedangkan jaringan itu kan mencar. Tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis,” terangnya.

Syarat teknis pengisian seperti itu, lanjutnya, menjadi problem tersendiri jika menjadi calon independen di tingkat provinsi. Menurut Rustri, jika itu untuk tingkat kabupaten/kota, bisa jadi bukan kendala yang berarti.

Mengenai persyaratan jumlah pendukung, yakni minimal 1,7 juta pendukung dari total daftar pemilih tetap (DPT) 27,6 juta orang, Rustri merasa sanggup. Pasalnya, selama ini pihaknya terus melakukan kegiatan, utamanya dengan kalangan pemuda. Di Kebumen saja, dia punya agenda tetap yang mengumpulkan sekitar 1.400 orang setiap pekan.

“Kalau mau aman, harus punya massa dua kali yang ditentukan. Sekitar 4 juta. Itu bukan hal yang sulit,” bebernya.

Melihat nama-nama bakal calon gubernur (bacagub) yang telah muncul, Rustri mengungkapkan apreasiasinya. Terutama tokoh-tokoh nasional, seperti Sudirman Said dan Marwan Jafar yang mau membangun daerah mereka. “Itu bagus. Mereka mau kembali untuk mengembangkan tanah kelahiran mereka,” cetusnya.

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto menilai, Rustri masih dianggap tokoh politik wanita yang mumpuni. Apalagi, ketika menjadi pejabat, tidak pernah tersandung kasus korupsi. “Di wilayah Selatan, nama Bu Rustri masih sangat populer,” terangnya.

Yang disayangkan, lanjutnya, belum ada partai politik yang menjadi kendaraan untuk maju ke bursa Pilgub Jateng. Mungkin karena nama Rustri belum muncul menjadi perbincangan masyarakat. “Jadi, partai politik belum meliriknya,” katanya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pikma Upgris Siap Terima Curahan Hati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Keberadaan peer counseling (konseling sebaya, red) dinilai penting. Pasalnya remaja lebih sering menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi dengan teman sebaya, dibandingkan...

Sasaran Pengunjung Mall

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua orang pelaku kejahatan diringkus aparat. Mereka tertangkap setelah membawa kabur sebuah tas milik korbanya yang sedang makan di MC Donalds...

Tawarkan Gowes Kelilingi Bangunan Kuno

SEMARANG – Kegiatan cycling tour yang diinisiasi Pegiat Kawasan Kota Lama Semarang kini tersedia untuk menyemarakkan aktivitas pariwisata di area tersebut. Paket tersebut menawarkan...

Poliklinik Biddokes Layani Umum

RADARSEMARANG.COM - SALAH satu ruangan yang berada di area basement adalah Poliklinik Biddokes, berdekatan dengan ruang SPKT. Fasilitas kesehatan ini nantinya dapat digunakan untuk masyarakat umum yang tengah mengurus keperluan di...

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV

Ini adegan pertama.  Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia. Xavier adalah orang yang pegang data...

Pembuktian Para Jawara Offroad

SEMARANG – Para offroader terbaik Tanah Air dari tim-tim papan atas akan bersaing ketat dalam Kejurnas Super Adventure Offroad Team Seri 1 yang berlangsung...