31 C
Semarang
Selasa, 1 Desember 2020

Peserta JKN KIS Jauh di Bawah Angka Nasional

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Warga Jateng yang mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS, dulu BPJS Kesehatan) tergolong masih sangat sedikit. Dari total penduduk 35,6 juta orang hanya 24,1 juta orang, atau sekitar 69 persen saja yang sudah menjadi peserta JKN-KIS. Angka itu jauh di bawah prosentase nasional yang telah mencapai 72 persen.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengakui, terkendala data penduduk. Hingga saat ini, pihaknya belum tahu pasti mana warga by name by address yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

“Kami hanya menghitung jumlah penduduk, dan yang sudah menjadi peserta saja. Tidak ada data nama dan alamat warga yang belum mendaftar,” terangnya saat menjadi narasumber di Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jateng di Hotel Grasia Semarang, Rabu (4/10).

Karena itu, pihaknya berupaya menggadeng pemerintah daerah untuk menerbitkan aturan agar semua penduduknya menjadi peserta JKN-KIS. Jika perlu, akan meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai data kependudukan secara detil. Jika sudah ketemu, pihaknya akan mulai melakukan pemetaan.

“Kalau yang sudah bekerja, kami akan minta perusahaan tempat dia bekerja untuk mendaftarkan seluruh keluarga karyawan (anak dan istri/suami). Jika tergolong warga miskin, nanti minta Dinas Sosial untuk mendaftarkan. Sementara kalau warga itu mandiri dan kaya, kami akan terjun langsung agar mau menjadi peserta,” tegasnya.

Selain itu, Andayani mendorong pemda untuk menjadi Universal Coverage. Yaitu menggandeng perkantoran, industri, perbankan, dan semua pihak sebagai chanel pendaftaran JKN-KIS. Termasuk menyiapkan drop box yang menjadi tempat pendaftaran bagi warga yang tinggal jauh dari perkotaan. “Targetnya, 2019 mendatang setidaknya 95 persen penduduk di Indonesia sudah punya JKN-KIS,” harpanya. Dijelaskan, saat ini sudah ada 44 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah menjadi universal coverage. Sementara di Jateng, masih on progress.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik DPW Muhammadiyah Jateng, Kafid Sirotudin menambahkan, Masalah pendataan penduduk memang masih menjadi PR pemerintah. Bahkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, dan lain sebagainya, bisa berbeda.

“Ini yang menjadi kendala. Tidak hanya soal JKN-KIS saja, soal kemiskinan juga seperti itu,” ucapnya. (amh/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...