33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Obat Ilegal Senilai Rp 3,4 M Dimusnahkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RIBUAN obat ilegal berbagai merek dimusnahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Obat ilegal dengan nilai ekonomis lebih dari Rp 3,4 miliar ini dimusnahkan di kantor BPOM Semarang Jalan Sukun Raya Banyumanik, Semarang, Rabu (4/10). Produk yang dimusnahkan, sepertu lintah papua, vimax, sex drop, urat madu, temu lawak, dan lainnya. Barang bukti itu  hasil sitaan dalam kurun waktu 2016-2017. Sebagian besar yang dimusnahkan adalah obat Tanpa Izin Edar (TIE), Kosmetika (TIE), serta obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

“Dalam pemusnahan ini, kami membakar ribuan obat ilegal tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya,” ungkap Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, obat-obatan ilegal yang dimusnahkan tersebut terdiri atas obat kuat, obat tradisional, kosmetik dan obat lainnya.

“Jumlah obat kuat ilegal sebanyak 278 item dengan total 1.359 kemasan, obat tradisional sebanyak 232 item total 2.290 kemasan, serta kosmetika tanpa izin edar sebanyak 468 item total 8.558 dus,” beber Endang.

Obat-obatan tersebut, lanjut dia, didapat dari sejumlah lokasi di Jateng, seperti Semarang, Cilacap, Brebes, Pati, Sukoharjo dan sebagainya. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat-obatan.

“Jangan sekali-sekali mengonsumsi obat yang ilegal, dan mengandung bahan kimia berbahaya karena dapat berakibat fatal,” tegasnya.

Untuk mengetahui apakah obat itu asli atau tidak, kata dia, maka harus sesuai resep dokter. Jika harus membeli obat sendiri, maka harus teliti dalam melihat merek, izin edar, dan bahan-bahannya.

“Kalau tidak ada izin edar, maka sudah dipastikan obat itu ilegal. Masyarakat harus lebih berhati-hati dan teliti,” katanya.

Penindakan terhadap obat-obatan ilegal dan berbahaya oleh BPOM Semarang tidak main-main. Pasalnya, selain menyita puluhan ribu barang bukti obat ilegal, para produsen dan pengedar obat-obatan itu juga diproses hukum. . Saat ini pihaknya terus melakukan operasi khusus bekerja sama dengan Direktrot Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, untuk memberantas penjualan obat ilegal melalui online.

“Selama 2016-2017 ini, sebanyak 11 tersangka sudah kami proses hukum. Kesebelas orang itu terdiri atas produsen dan pengedar obat-obatan ilegal di Jateng,” terang Endang.

Dia menambahkan, kesebelas tersangka berasal dari Banyumas, Pati, Semarang, Cilacap, Sukoharjo dan Brebes. Disinggung adanya korban dari obat-obatan ilegal dan mengandung bahan kimia itu, Endang mengaku sampai sekarang belum ada laporan. “Sebab, efeknya tidak seketika, mengonsumsi obat-obatan ilegal dan mengandung bahan kimia itu efeknya belakangan,” terangnya.

Namun pihaknya mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat bahwa ada masyarakat yang mengalami penyakit ginjal. “Ada yang mengidap penyakit ginjal kronis, setelah dirunut ternyata sering mengonsumsi obat ilegal dan berbahaya,” tegasnya.

Endang mengatakan, kebanyakan masyarakat mengonsumsi obat ilegal seperti obat kuat, obat tradisional, dan alat kecantikan. “Kami imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari menggunakan obat ilegal dan berbahaya,” pesannya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Telusuri Buku SD Kontroversi Yerusalem

SEMARANG – Viral buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 SD Penerbut Yudhistira terkait kontroversi Yerusalem Ibu Kota Israel yang tersebar melalui media...

Ratusan Massa “Kepung” Polresta

MAGELANG - Ratusan massa yang diduga salah satu suporter sepakbola, mengepung markas komando (mako) Polres Magelang Kota, Rabu (8/11) pagi kemarin. Ratusan massa tersebut,...

SDN I Bebengan Unggulkan Taekwondo dan Tari

KENDAL-SDN 1 Bebengan, Kecamatan Boja mengukir banyak prestasi baik akademik maupun non akademik, mulai tingkat kecamatan hingga provinsi. Dua di antaranya yang paling menonjol...

Stok Beras Aman

PEKERJA sedang memeriksa kualitas beras di gudang Bulog Divre Kota Semarang, Jumat (19/5) kemarin. Stok beras di Semarang saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga...

JPO Karangayu Tak Layak, Bahayakan Pengguna

JEMBATAN Penyeberangan Orang (JPO) di Jendral Sudirman, tepatnya di depan Pasar Karanganyu, kondisinya sudah tidak layak. Banyak landasan kayu yang sudah rapuh, atap banyak...

Kepergok Curi Motor, Babak Belur

BATANG - Edy Kusworo, 30, warga Dukuh Ringinsari Desa Surodadi Gringsing, Kabupaten Batang, babak beluk dihajar warga karena aksinya mencuri motor, Jumat (20/1) tertangkap...