33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Manggung Sampai Lombok, Tak Pernah Patok Tarif

Mutik Nida, Mahasiswi UIN Walisongo yang Dijuluki ‘Si Ratu Kendang’

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Tak hanya lincah menyayikan tembang dangdut, Mutik Nida juga jago main kendang. Kelihaian itu membuat Mutik menyandang julukam si Ratu Kendang dari Semarang. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

NAMA Mutik Nida cukup santer di belantika musik dangdut Kota Semarang. Video yang merekam kelihaiannya memainkan kendang pun sudah banyak ditemukan di YouTube. Mutik juga kerap muncul di sejumlah stasiun televisi nasional untuk diminta menunjukkan bakat bermusiknya.

Praktis, si Ratu Kendang kini terus kebanjiran job manggung baik dalam maupun luar kota. Pada setiap pertunjukan, merdu suara dan alunan kendang tangannya selalu menyita perhatian. Pun paras cantik mahasiswi semester delapan UIN Walisongo Semarang itu yang selalu jadi buah bibir.

Pemilik nama asli Mutiun Nutfi Nidaiyah ini mengaku, julukan Ratu Kendang sudah disandangnya setahun terakhir ini. “Saya nyanyi dan pegang kendang sudah sepuluh tahun. Tapi julukan Ratu Kendang baru setahun terakhir. Julukan itu dikasih oleh seorang kiai saat saya manggung,” ujar dara kelahiran Semarang, 18 Agustus 1994 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia bercerita, ketika menginjak usia 14 tahun sudah bergelut dengan kendang. Tapi, sejak usia SD, warga Gondoriyo Wates RT 4 RW 2 Ngaliyan, Semarang ini sudah hobi bernyanyi. Dia bahkan bisa bernyanyi berbagai genre musik, mulai pop, dangdut, hingga kasidah.

Baginya, bernyanyi sambil memainkan kendang bukan sesuatu yang mudah. Konsentrasi dan penjiwaan menjadi kunci utama agar keduanya bisa berjalan beriringan. Apalagi, kendang sendiri merupakan ruh dari musik dangdut yang kini populer di masyarakat.

Saban hari, mahasiswi yang juga aktif di Teater Beta Semarang ini rutin berlatih. Dia selalu menyempatkan waktu satu hingga dua jam sehari untuk memegang alat musik berbahan dasar kayu dan kulit binatang itu.

Keahliannya bernyanyi sambil bermain kendang itulah yang membuat gadis berjilbab itu sebagai seniman langka. Job manggung datang dari acara hajatan, nikahan hingga acara besar kedinasan pernah dilalui. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Pulau Jawa, juga provinsi lain, seperti Kalimantan. “Bulan kemarin sudah lebih dari 50 kali job. Paling jauh Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Lombok,” ujarnya.

Meski sudah cukup terkenal, dia tidak pernah mematok harga ketika ada tawaran manggung. Mutik percaya, besar kecilnya bayaran tergantung kepuasan orang melihat aksinya. Alasan itulah yang membuat dia makin kelarisan job, yang tentu membuat pundi-pundi penghasilannya terus mengalir.  “Kalau kemampuan bagus dan memuaskan orang, tentu akan berbeda. Kebetulan saya tak punya grup, manajer saya adalah pacar saya sendiri,” bebernya.

Meski namanya kini terus populer, Mutik  tak ingin jumawa. Anak ketiga pasangan Samini, 47 dan almarhum Sakiman, 53, itu, mengaku masih terus belajar. Cita-citanya untuk menjadi penyanyi yang dikenal kelas dunia masih terus dikejar. Tujuannya satu, ingin membahagiakan orangtuanya. “Kebetulan impian almarhum bapak pengin sekali lihat saya manggung di televisi. Tapi baru kesampaian saat ini,” akunya.

Selain memiliki bakat bermusik, Mutik rupanya berbakat pula menjadi seorang desainer. Buktinya, dia selalu membuat kostum yang dipakai sendiri untuk tampil di sejumlah acara. Bakat itu muncul sejak dirinya mengambil jurusan perancang butik di SMK Muhammadiyah Boja, Kendal.

Tak hanya dinikmati sendiri, busana hasil karyanya juga dijual lewat online shop. “Saya juga jualan online rancangan baju muslim. Alhamdulillah banyak yang minat. Lumayan buat sampingan saat agenda manggung sepi,” tuturnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lisensi FLEGT Dorong Daya Saing Produk Kayu

SEMARANG – Lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) menjadikan produk kayu Indonesia diizinkan masuk Uni Eropa tanpa pemeriksaan uji tuntas. Hal ini...

Pembangunan Daerah Perbatasan Rp 5 Miliar

MUNGKID—Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP safari meresmikan sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya. Kemarin, Bupati Zaenal mersemikan proyek senilai Rp 5,2 miliar yang tersebar di...

TMMD Sengkuyung Resmi Ditutup

DEMAK - Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1 tahun 2017 yang dilakukan Kodim 0716 Demak di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung resmi ditutup. Penutupan dihadiri Bupati...

Ajari Anak Peduli Sosial

KENDAL - Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Kendal melakukan bakti sosial dengan pemberian bantuan uang ke ke Panti Wredha Rindang III, Bebengan, Kecamatan Boja....

40 Stan Ikut Ramaikan Pameran

SEMARANG – Persiapan Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus (Penyandang Disabilitas) terus dimatangkan. Hingga kemarin tercatat ada 40 stan hasil karya kaum difabel...