33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

33 Ribu Hektare Terancam Gagal Tanam

Tak Direspon PSDA Pemprov Jateng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Bendungan Sipon di Desa Mulyorejo, Kecamatan Kesesi, mengalami rusak parah. Akibatnya, sawah seluas 33 ribu hektare di-16 desa di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, gagal tanam. Padahal awal bulan Oktober masuk musim tanam kedua, setelah Agustus lalu panen raya.

Bendungan Sipon tersebut memiliki tiga pintu bendungan, namun bangunannya ambles, karena pondasinya yang rapuh, dan pintu pengendali tiga pintu air juga rusak. Akibatnya saluran air yang berasal dari Bendungan Gembiro tidak dapat lagi ditampung untuk dialirkan ke-16 desa yang terbagi dari tiga pintu.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Sragi, Saridjo mengungkapkan bahwa Bendungan Sipon mengalami kerusakan sudah lebih dari 10 tahun. Sebelumnya masih bisa digunakan, meski air yang mengalir tidak maksimal. Namun semenjak jebolnya pondasi setahun terakhir, Bendungan Sipon nyaris tidak lagi berfungsi, karena tidak bisa menampung air dari Bendungan Gembiro.

“Air yang mengalir dari Bendungan Gembiro, seharusnya ditampung dulu di Bendungan Sipon. Kemudian dialirkan ke-16 desa melalui tiga pintu yang ada di Bendungan Sipon ini. Dengan rusaknya Bendungan Sipon ini, air hanya mengalir ke sawah terdekat bendungan dengan debit air yang sangat minim,” ungkap Saridjo.

Menurutnya, pihak Pemkab Pekalongan dan Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng, tidak kunjung membantu memperbaiki Bendungan Sikpon. Akibatnya, tahun 2018 mendatang, 16 desa di Kecamatan Sragi, tidak bisa melakukan masa tanam, karena 33 ribu hektare sawah hanya mengandalkan air tadah hujan.

Padahal pihak paguyuban sudah berulang kali mengajukan proposal perbaikan ke Kantor Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) Pemkab Pekalongan, namun disaranka ke PSDA Pemprov Jateng. Namun hingga kini, belum pernah direspon.

“Sejak tahun 2014 sudah mengajukan proposal ke PSDA Kabupaten Pekalongan, setelah ke PSDA Pemprov Jateng tak ada jawaban atau tindakan. Kami kini khawatir, 33 ribu hektare sawah terancam puso dan mengalami kekeringan,” kata Saridjo yang juga Kepala Desa (Kades) Kedungjaran.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Pembangunan Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) Pemkab Pekalongan, Budi Sutanto, membenarkan rusaknya Bendungan Sipon. Akibatnya, 16 desa tidak dapat dialiri air yakni Desa Bulak Pelem, Bulaksari, Gebangkerep, Kalijambe, Kedungjaran, Ketanon Ageng, Klunjukan, Krasakageng, Mrican, Purwodadi, Purworejo, Sijeruk, Sragi, Sumub Kidul, Sumub Lor, Tegal Suruh, Tegalontar. “Bendungan Sipon sudah rusak hampir 10 tahun. Namun kewenangannya PSDA Pemprov Jateng. Maka kami tidak bisa memperbaikinya. Meski begitu, kami setiap tahun selalu mengusulkan perbaikan ke PSDA Pemprov Jateng,” tegas Budi. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bayar Kuliah Bisa Dicicil

SEMARANG – Politeknik STiBISNIS Semarang menggandeng lembaga pembiayaan kredit yakni Adira Finance, dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan pendidikan, Kamis (2/2) siang kemarin. Direktur...

Belajar Matematika Menyenangkan lewat Game

Pelajaran matematika kerap menjadi momok menakutkan bagi setiap siswa. Hal itu yang mendorong empat siswa SMA Kebon Dalem Semarang menciptakan aplikasi game untuk pembelajaran...

1,5 Bulan, Kebut 3 Raperda

MAGELANG – Meski menyisakan masa kerja tahun 2017 kurang dari 1,5 bulan, DPRD Kota Magelang terus mengebut pembuatan rancangan peraturan daerah (raperda). Dewan optimistis...

Tera Timbangan, Sementara Masih Gratis

MAGELANG – Pemkot Magelang menjamin pelayanan UPT Metrologi bebas pungutan liar. Pemerintah Provinsi Jateng baru saja melimpahkan kewenangan UPT Metrologi ke Pemkot. Untuk sementara...

UM Magelang Tingkatkan SDM AUM PCM Salam

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Amal Usaha Muahmamdiyah (AUM) sebagai salah satu lembaga milik Muhammadiyah di sebagian wilayah Kabupaten Magelang tidak berkembang. Hal itu dinilai disebabkan dari...

Perayaan Dewa Obat saat Hari Raya Nyepi

SEMARANG - Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Grajen Semarang menggelar acara peringatan Hari Kebesaran...