33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Lagi, Proyek Apartemen Amartha View Dikeluhkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG—Pembangunan Apartemen Amartha View kembali dikeluhkan warga Perumahan Permata Puri, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.  Pasalnya, pembangunan hunian bertingkat itu berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Selain dikhawatirkan akan terjadi krisis air dalam beberapa tahun ke depan akibat banyak tersedot untuk memenuhi kebutuhan penghuni apartemen tersebut, juga rawan kemacetan, serta krodit masalah parkir  kendaraan.

“Selain itu, juga masalah polusi udara, limbah air tanah dan lingkungan, serta keamanan di kompleks perumahan. Juga terjadi kesenjangan sosial di masyarakat.  Bahkan bisa juga terjadi perubahan nilai-nilai kemasyarakatan yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” beber Ketua Paguyuban RW Permata Puri, Yulianto, saat melakukan pertemuan Forum RW untuk membahas dampak buruk proyek apartemen tersebut.

Yulianto menambahkan, imbas pembangunan apartemen yang dilakukan oleh PT PP Properti itu, belakangan sudah dirasakan warga. Kendaraan berat bermuatan material hilir mudik melintas di jalan utama Perumahan Permata Puri. “Kendaraan itu masuk ke jalan utama perumahan lingkungan warga, yakni Jalan Bukit Barisan. Selain menyebabkan kebisingan, polusi debu, juga kepadatan lalu lintas,” keluhnya.

Warga Permata Puri berharap, pembangunan apartemen yang rencananya tujuh tower itu, bisa memperhatikan lingkungan dan sesuai ketentuan. Sesuai SK Wali Kota terkait izin lingkungan, pengembang harusnya membuat akses jalan lain untuk ke lokasi pembangunan, dan bukan  lewat jalan perumahan.

“Hingga sekarang pengembang belum membuat jalan alternatif. Kendaraan berat masih lewat Jalan Prof Dr Hamka, kemudian masuk lewat jalan utama perumahan. Jelas ini melanggar ketentuan dan membuat warga tak nyaman,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, warga bersama Forum RW sempat menyampaikan keluhan tersebut kepada Wali Kota Hendrar Prihadi. Wali kota memahami keluhan warga, sehingga secara langsung menelepon Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang dan Kepalas Dishubkoinfo untuk menunda izin, dikarenakan masih ada masalah dengan masyarakat sekitar. “Saat itu, wali kota sempat menelepon pimpinan PT PP Property, tetapi tidak diangkat,” ujarnya.

Project Manager PP Properti Amartha View, Amaludin Herdi, mengatakan, sesuai Amdal Lalin yang dikantongi, akses menuju lokasi proyek,  selain lewat Jalan Prof Hamka, juga Jalan Bukit Barisan. Karena dari sisi perizinan itu merupakan satu kawasan Perumahan Bukit Permata Puri.  Setiap mengajukan perizinan, lanjut dia, alamatnya sama yakni Jalan Prof Hamka. Tak heran jika dalam Amdal-nya itu menyebutkan bahwa pengembang harus ada akses lain agar tidak ada tundaan material di Jalan Prof Hamka.

“Tundaan material itu ya di Jalan Bukit Barisan ini, masih punya pengembang dan itu juga belum diserahkan kepada pemkot,” katanya.

Kalau masalah air di setiap sidang Amdal, katanya, melibatkan PDAM dan menyanggupi akan mensuplai ke apartemen bahkan PDAM sudah mengajukan RAB (rencana anggaran belanja) dan dengan mengajukan pembayaran melalui tiga tahap.

“Kita sudah membayar tahap pertama.  Untuk suplai air, sudah bisa dikerjakan mulai Jatisari mulai dibesarkan pipanya. Bahkan instalasinya ke apartemen secara khusus tidak gabung dengan warga,” katanya.

Pasca pembangunan apartemen setelah dihuni dalam dokumen Amdal telah disebutkan apabila terjadi krodit, itu adalah akses ke belakang, yakni ke Jalan Banjaran yang lokasinya di belakang perumahan. “Harapanya akses Jalan Banjaran akan semakin lebar dari  sebelumnya 5 sampai 6 meter menjadi 12 meter,” katanya.

Untuk masalah keamanan, nanti akan dikelola oleh Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) dan Building Manajeman. “Jadi sebelum PPRS terbentuk maka dibentuklah dulu Building Management sehingga untuk mengatur masalah kemananan yang mlibatkan warga apartemen,” imbuhnya.(hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cegah Kebakaran, Damkar Latih Anak-anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang memberi simulasi dan pelatihan kepada anak-anak. Simulasi sejak dini sebagai upaya untuk memberikan edukasi serta cara...

Ikut Misi Haiti, Wujudkan Impian

RADARSEMARANG.COM - Dyah Ayu Ajeng Intani, salah satu anggota Polisi Wanita (Polwan) Polda Jateng sejak kecil telah memiliki keinginan mengenal dunia internasional. Bekerjasama dengan...

Cetak Model Berkepribadian Cantik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Untuk menjadi model tidak hanya dibutuhkan kecantikan fisik, tetapi juga harus cantik pribadinya. Kecantikan batin akan memancarkan pesona tersendiri. Sas Center,...

50 Mahasiswa Dapat Beasiswa BI

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 50 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pekalongan, mendapat beasiswa dari Bank Indonesia. Beasiswa diserahkan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Tegal bersama Generasi...

Hotel Andalkan Promo Buka Puasa

SEMARANG – Saat bulan Ramadan, okupansi hotel di Kota Semarang biasanya mengalami penurunan yang cukup drastic, rata-rata mencapai 20 persen. Untuk mengangkat omzet, pihak...

Air Meluap, Pagar Bengkel Ambrol

MAGELANG – Selokan di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo tak mampu menampung volume air yang meningkat, karena hujan deras, Kamis, (2/3) lalu. Akibatnya, air meluber...