33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Empat Pengedar Sabu Digerebek 

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan penggrebekan terhadap transaksi narkoba jenis sabu. Hasilnya empat orang yang diduga pengedar dan pemakai diamankan. Selain itu petugas BNN juga mengamankan tiga paket sabu dan uang tunai Rp 700 ribu.

Empat tersangka yang diamankan, Nur Wakhid, Kuncoro, Sigit Adi Nurwanto dan Panji Murya. Keempatnya merupakan warga Kecamatan Weleri yang ditangkap saat hendak melakukan transaksi jual beli sabu di depan Kecamatan Patebon.

Penangkapan itu, setelah petugas BNN Kendal mendapatkan laporan masyarakat bahwa di wilayah Patebon disinyalir kerap dijadikan tempat untuk transaksi narkoba jenis methamphethamine ini. Dari laporan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan hasilnya ada kecurigaan petugas menemukan kecurigaan.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlyn Cahaya Frimer Ari. Awalnya petugas BNN mengamankan Nur Wakhid warga Weleri yang sedang memakai barang haram ini. Dari pengembangan, petugas kemudian mengamankan kurir yakni Kuncoro alias Ucok.

Tidak berhenti disini, petugas terus melakukan pendalaman kasus hingga mengamankan pengecer sabu-sabu Sigit Adi Nuryanto. Hasilnya petugas mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 0,1 gram. Bersamaan dengan Sigit petugas juga mengamankan Panji yang diduga sebagai pemasok berikut dengan barang bukti dua paket sabu-sabu dengan berat 1,1 gram.

Menurut Panji, sabu-sabu yang dibawa dibeli dengan harga Rp 700 ribu. Rencananya dua paket sabu tersebut dikirimkan ke Sigit. “Saya dapat dari seseorang di Weleri dengan cara saya ketemuan. Kemudian saya beli seharga  Rp 700 ribu. Rencananya barang itu akan saya konsumsi sendiri,” akunya.

Semantara Kuncoro alis Ucok, mengaku mendapatkan barang juga dari seseorang yang tidak ia kenal. Barang tersebut sudah ia konsumsi sejak dua bulan lalu. “Biasa untuk dipakai bareng teman-teman. Satu paket sabu saya beli dengan harga Rp 500 ribu, itu beratnya tidak ada satu gram,” kata Kuncoro.

Kepala BNN Kabupaten Kendal, Sharlyn mengatakan penangkapan para tersangka dilakukan, setelah petugas menangkap seorang pemakai yang membawa satu klip kecil methametamin atau sabu dengan berat 0,4 gram. “Awalnya kami menangkap Nur Wakhid, kemudian kami kembangkan hingga empat tersangka kami amankan berikut barang buktinya,” tandasnya.

Saat dilakukan penangkapan, sempat ada perlawanan namun kesigapan petugas berhasil membekuk dan mengamankan para tersangka. “Dalam waktu dua bulan, kami telah menangkap pengedar maupun pemakai narkoba sebanyak enam orang,” tuturnya.

Diakuinya, saat dilakukan penangkapan para pemakai dan pengedar banyak yang melawan dan hendak kabur. Malah petugas harus kejar kejaran dengan para tersangka. “Bahkan ada satu anggota kami yang sempat cidera karena ada tersangka yang melawan,” paparnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Bapak-Anak dan Dosen Undip Tewas

SEMARANG-Kecelakaan mobil rombongan pengantar pengantin yang tertabrak Kereta Api (KA) Argo Anggrek No Loko CC 2061392 hingga terbakar di perlintasan KA tanpa palang pintu...

Tanpa Sekat, Warga Berbaur Menikmati Nasi Tumpeng

Ratusan warga Kota Semarang memadati halaman Balai Kota Semarang, Rabu (20/9) tadi malam. Mereka tampak menikmati tumpengan masal menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram...

Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kondisi perpolitikan di Indonesia yang semakin memanas, harus didinginkan dengan sikap kebangsaan. Agama jangan sampai menjadi kendaraan politik agar situasi tidak...

Imlek, Hotel Kebanjiran Tamu

SEMARANG – Tamu hotel di Semarang mengalami peningkatan yang signifikan selama perayaan Imlek, kemarin. Okupansinya bahkan mencapai di atas 80 persen. Pada hari-hari biasa...

E-Commerce dan Jual Beli Online Dongkrak Omzet JNE

SEMARANG – Pelaku e-commerce Usaha Kecil dan Menengah (UKM), adalah sektor potensial jika digarap dengan serius untuk meningkatkan jasa pengiriman. JNE membidik para pelaku...

DJ Jack Pimpin PDJI Jateng

SEMARANG-Organisasi Persatuan Disck Jokey Indonesia (PDJI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah resmi terbentuk dengan dipimpin Disc Jokey (DJ) Jack. Pria yang tinggal di Semarang...