33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Empat Pengedar Sabu Digerebek 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan penggrebekan terhadap transaksi narkoba jenis sabu. Hasilnya empat orang yang diduga pengedar dan pemakai diamankan. Selain itu petugas BNN juga mengamankan tiga paket sabu dan uang tunai Rp 700 ribu.

Empat tersangka yang diamankan, Nur Wakhid, Kuncoro, Sigit Adi Nurwanto dan Panji Murya. Keempatnya merupakan warga Kecamatan Weleri yang ditangkap saat hendak melakukan transaksi jual beli sabu di depan Kecamatan Patebon.

Penangkapan itu, setelah petugas BNN Kendal mendapatkan laporan masyarakat bahwa di wilayah Patebon disinyalir kerap dijadikan tempat untuk transaksi narkoba jenis methamphethamine ini. Dari laporan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan hasilnya ada kecurigaan petugas menemukan kecurigaan.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlyn Cahaya Frimer Ari. Awalnya petugas BNN mengamankan Nur Wakhid warga Weleri yang sedang memakai barang haram ini. Dari pengembangan, petugas kemudian mengamankan kurir yakni Kuncoro alias Ucok.

Tidak berhenti disini, petugas terus melakukan pendalaman kasus hingga mengamankan pengecer sabu-sabu Sigit Adi Nuryanto. Hasilnya petugas mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 0,1 gram. Bersamaan dengan Sigit petugas juga mengamankan Panji yang diduga sebagai pemasok berikut dengan barang bukti dua paket sabu-sabu dengan berat 1,1 gram.

Menurut Panji, sabu-sabu yang dibawa dibeli dengan harga Rp 700 ribu. Rencananya dua paket sabu tersebut dikirimkan ke Sigit. “Saya dapat dari seseorang di Weleri dengan cara saya ketemuan. Kemudian saya beli seharga  Rp 700 ribu. Rencananya barang itu akan saya konsumsi sendiri,” akunya.

Semantara Kuncoro alis Ucok, mengaku mendapatkan barang juga dari seseorang yang tidak ia kenal. Barang tersebut sudah ia konsumsi sejak dua bulan lalu. “Biasa untuk dipakai bareng teman-teman. Satu paket sabu saya beli dengan harga Rp 500 ribu, itu beratnya tidak ada satu gram,” kata Kuncoro.

Kepala BNN Kabupaten Kendal, Sharlyn mengatakan penangkapan para tersangka dilakukan, setelah petugas menangkap seorang pemakai yang membawa satu klip kecil methametamin atau sabu dengan berat 0,4 gram. “Awalnya kami menangkap Nur Wakhid, kemudian kami kembangkan hingga empat tersangka kami amankan berikut barang buktinya,” tandasnya.

Saat dilakukan penangkapan, sempat ada perlawanan namun kesigapan petugas berhasil membekuk dan mengamankan para tersangka. “Dalam waktu dua bulan, kami telah menangkap pengedar maupun pemakai narkoba sebanyak enam orang,” tuturnya.

Diakuinya, saat dilakukan penangkapan para pemakai dan pengedar banyak yang melawan dan hendak kabur. Malah petugas harus kejar kejaran dengan para tersangka. “Bahkan ada satu anggota kami yang sempat cidera karena ada tersangka yang melawan,” paparnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ikan Baik untuk Kesehatan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kabupaten Pekalongan terkenal dengan melimpahnya sumber ikan, karena berada di tepi laut Jawa. Terdapat 3 tempat pelelangan ikan (TPI) yang siap...

PLN Serahkan Bantuan Korban Banjir

MAGELANG - PT PLN (Persero) menyampaikan bantuan peduli bencana berupa sembako dan selimut senilai Rp 150 juta kepada korban banjir bandang di Desa Sambungrejo...

Ngabuburit, Mengaji Kitab Nahwu Sorof

Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi Rutan Demak untuk memaksimalkan pembinaan mental dan rohani para napi dan tahanan. Panitia khusus pun dibentuk untuk menyukseskan...

Bahasa Jawa sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak

RADARSEMARANG.COM - Sebagaimana telah kita ketahui, bahasa Jawa merupakan bagian dari kebudayaan. Bahasa Jawa adalah kekayaan daerah yang juga merupakan dari kebudayaan nasional yang...

Tidak Tuntas

Inilah ngaji yang tidak tuntas. Belajar baru sepenggal. Lalu penasaran. Tapi sang guru telah wafat -- Kyai Haji Maimoen Zubair. Selasa 6 Agustus lalu....

Godok Strategi Tanggulangi Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Upaya untuk menanggulangi kemiskinan terus dilakukan Kemarin diadakan diskusi tematik bertajuk Review Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dalam Konteks Review RPJMD Kota...