GELAR PERKARA : Petugas BNN Kendal saat melakukan gelar perkara penangkapan empat orang pengedar dan pemakai sabu di kantor BNN setempat, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GELAR PERKARA : Petugas BNN Kendal saat melakukan gelar perkara penangkapan empat orang pengedar dan pemakai sabu di kantor BNN setempat, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan penggrebekan terhadap transaksi narkoba jenis sabu. Hasilnya empat orang yang diduga pengedar dan pemakai diamankan. Selain itu petugas BNN juga mengamankan tiga paket sabu dan uang tunai Rp 700 ribu.

Empat tersangka yang diamankan, Nur Wakhid, Kuncoro, Sigit Adi Nurwanto dan Panji Murya. Keempatnya merupakan warga Kecamatan Weleri yang ditangkap saat hendak melakukan transaksi jual beli sabu di depan Kecamatan Patebon.

Penangkapan itu, setelah petugas BNN Kendal mendapatkan laporan masyarakat bahwa di wilayah Patebon disinyalir kerap dijadikan tempat untuk transaksi narkoba jenis methamphethamine ini. Dari laporan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan hasilnya ada kecurigaan petugas menemukan kecurigaan.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlyn Cahaya Frimer Ari. Awalnya petugas BNN mengamankan Nur Wakhid warga Weleri yang sedang memakai barang haram ini. Dari pengembangan, petugas kemudian mengamankan kurir yakni Kuncoro alias Ucok.

Tidak berhenti disini, petugas terus melakukan pendalaman kasus hingga mengamankan pengecer sabu-sabu Sigit Adi Nuryanto. Hasilnya petugas mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 0,1 gram. Bersamaan dengan Sigit petugas juga mengamankan Panji yang diduga sebagai pemasok berikut dengan barang bukti dua paket sabu-sabu dengan berat 1,1 gram.

Menurut Panji, sabu-sabu yang dibawa dibeli dengan harga Rp 700 ribu. Rencananya dua paket sabu tersebut dikirimkan ke Sigit. “Saya dapat dari seseorang di Weleri dengan cara saya ketemuan. Kemudian saya beli seharga  Rp 700 ribu. Rencananya barang itu akan saya konsumsi sendiri,” akunya.

Semantara Kuncoro alis Ucok, mengaku mendapatkan barang juga dari seseorang yang tidak ia kenal. Barang tersebut sudah ia konsumsi sejak dua bulan lalu. “Biasa untuk dipakai bareng teman-teman. Satu paket sabu saya beli dengan harga Rp 500 ribu, itu beratnya tidak ada satu gram,” kata Kuncoro.

Kepala BNN Kabupaten Kendal, Sharlyn mengatakan penangkapan para tersangka dilakukan, setelah petugas menangkap seorang pemakai yang membawa satu klip kecil methametamin atau sabu dengan berat 0,4 gram. “Awalnya kami menangkap Nur Wakhid, kemudian kami kembangkan hingga empat tersangka kami amankan berikut barang buktinya,” tandasnya.

Saat dilakukan penangkapan, sempat ada perlawanan namun kesigapan petugas berhasil membekuk dan mengamankan para tersangka. “Dalam waktu dua bulan, kami telah menangkap pengedar maupun pemakai narkoba sebanyak enam orang,” tuturnya.

Diakuinya, saat dilakukan penangkapan para pemakai dan pengedar banyak yang melawan dan hendak kabur. Malah petugas harus kejar kejaran dengan para tersangka. “Bahkan ada satu anggota kami yang sempat cidera karena ada tersangka yang melawan,” paparnya. (bud/ida)