30 C
Semarang
Kamis, 22 April 2021

Borong Penghargaan Bergengsi, Jadi Jujukan Studi Banding PMI Se-Indonesia dan ASEAN

Ketika PMI Kabupaten Demak Menjadi Percontohan Nasional

spot_img
spot_img

Prestasi gemilang yang diukir Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak patut diacungi jempol. Ini terbukti dengan banyaknya penghargaan nasional yang diterima sehingga menarik perhatian PMI lainnya di seluruh nusantara dan ASEAN. Seperti apa?

WAHIB PRIBADI, DEMAK

BELUM lama ini, PMI Ternate, Maluku Utara melakukan studi banding atau belajar ke PMI Demak. Mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang kegiatan siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT), termasuk dalam penanaman mangrove serta pemberdayaan masyarakat.

Seperti diketahui, PMI Demak menjadi jujukan studi banding secara nasional setelah sebelumnya PMI pusat memberikan banyak penghargaan terkait kiprah PMI Demak. Penghargaan diberikan dalam temu sukarelawan SIBAT di Gunung Pancar, Sentul, Bogor yang berlangsung antara 16 hingga 20 September 2017 lalu. Beberapa penghargaan (lihat grafis) yang diterima tersebut menjadi motivasi bagi PMI Demak untuk terus memperbaiki diri dan berprestasi.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan bahwa Pemkab Demak akan terus mendukung dan mendorong PMI Demak dapat berkiprah untuk masyarakat, termasuk kepedulian PMI dalam menggerakkan masyarakat untuk menanam mangrove.

“Kegiatan penanaman mangrove ini terus kami pantau dan lihat langsung ke lokasi. Keterlibatan langsung masyarakat menentukan keberhasilan kegiatan ini,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono MMR mengatakan bahwa penghargaan yang diterima PMI Demak merupakan prestasi luar biasa. “Alhamdulillah, PMI Demak dapat penghargaan yang luar biasa banyak. Ini penghargaan bergengsi level nasional. Tentu, ini prestasi tim PMI Demak bersama SIBAT yang kompak dan luar biasa. Kami bangga bisa membawa nama harum bagi Kabupaten Demak. Kami akan terus berjuang dan berkontribusi untuk Demak di bidang kemanusiaan lewat kiprah PMI. Bravo PMI Demak dan Bravo SIBAT Demak,” ungkap dr Singgih Setyono yang juga menjabat Sekda Pemkab Demak ini.

Ketua Pokja dan Kepala Markas PMI Demak, Ade Heriyanto mengatakan bahwa dengan banyaknya penghargaan nasional yang diterima tersebut, tentu menjadi tantangan bagi PMI Demak untuk terus mengembangkan kegiatan yang dilakukan selama ini.

“Kami bersyukur sekarang sudah banyak perusahaan yang melirik kegiatan PMI Demak ini. Bahkan, PMI Pusat pun berupaya menjadikan PMI Demak sebagai rujukan bagi PMI kabupaten/kota lainnya di Indonesia untuk belajar peran SIBAT termasuk dalam menanam mangrove,” katanya.

Pengurus PMI Demak, Misbakhul Munir juga mengatakan, PMI Demak  dipandang berhasil dalam program penanggulangan risiko bencana berbasis masyarakat. Sebab, dalam program ini, tidak hanya terbatas menanam mangrove untuk menangani abrasi saja, namun juga menciptakan mata pencaharian alternative bagi warga pesisir yang mayoritas nelayan.

Manajer Program Coastal PMI Demak, Ahmad Habib menambahkan bahwa kegiatan SIBAT di Bogor menjadi momentum bagi SIBAT PMI Demak untuk menorehkan prestasi nasional. “Temu SIBAT ini diikuti 1.500 sukarelawan dari seluruh Indonesia,” katanya bangga.

Dalam acara ini, SIBAT dari PMI Demak ditunjuk menjadi pembicara serta memaparkan kegiatannya selama ini. Dia mengatakan, SIBAT yang dibentuk ada tiga. Ini setelah PMI Pusat meminta portofolio SIBAT desa, calon duta dan cerita sukses masing masing SIBAT. “Karena itu, kami ajukan SIBAT dari Desa Berahan Wetan, Desa Kedungmutih dan SIBAT Desa Babalan. Semuanya dari Kecamatan Wedung,” katanya.

SIBAT dari Desa Berahan Wetan misalnya, memaparkan soal pengembangan mata pencaharian alternative (MPA) berupa budidaya kepiting serta terkait mobil sehat untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Kemudian, SIBAT dari Desa Kedungmutih memaparkan soal keberadaan pusat edukasi mangrove. Yakni, pembelajaran tentang mangrove baik jenis maupun upaya pembibitan dan penanamannya. Lalu, edukasi silfo fishery terkait budidaya biota mangrove. Seperti kepiting, kerang, tiram, bandeng dan lainnya. SIBAT Desa Babalan memaparkan soal wisata susur sungai yang dikelilingi hutan mangrove. “Paparan ini ditanggapi dan diapresiasi dengan baik oleh peserta atau sukarelawan SIBAT senusantara,” ujar Habib. (*/adv/ida)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here