33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Warga Dumeling Tolak Pendirian Mini Market

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BREBES-Warga Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes menolak keras rencana pendirian mini market waralaba modern di wilayahnya. Pasalnya, mereka khawatir akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Di samping itu, warga menilai tidak tranparansannya prosedur terkait persetujuan kedua belah pihak, pemilik aset tanah dan pihak waralaba.

Atas penolakan tersebut, perwakilan warga diterima oleh pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Dumeling untuk beraudiensi, di kantor balai desa, Senin (2/10) kemarin. Warga membuat penandatanganan penolakan yang kemudian disampaikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Brebes.

Menurut warga, Supendi, berdirinya mini market tersebut akan mematikan perekonomian pedagang kecil yang berada di sekitarnya. Di desa ini sudah dibangun mini market serupa, dan terbukti mematikan toko kecil milik warga setempat. Banyak toko milik warga yang akhirnya bangkrut karena adanya mini market itu.

Pihaknya juga menganggap rencana pembangunan minimarket modern ini tidak transparan. Terbukti dari ketidaktahuan pemerintah desa atas rencana pembangunan mini market tersebut. Bahkan, pihak kecamatan tidak tahu adanya rencana ini. “Kami minta pihak desa menolak dan tidak menandatangani apapun. Masyarakat mengancam jika tetap didirikan, mereka akan menggelar aksi besar-besaran,” tambahnya.

Kepala Desa Dumeling Luthfiyanto mengaku telah dua kali didatangi sang investor untuk meminta izin, namun pihaknya menolak karena akan berimbas pada perekonomian masyarakat. Kehadiran mini market lokal milik warga setempat dianggap sudah mencukupi permintaan masyarakat. “Ini kan milik perusahaan (korporasi) dan sangat bertentangan dengan program Nawacita yang akan menghidupkan pedagang kecil. Karena pemerintah sudah memberdayakan masyarakat untuk mengikuti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), tapi di sisi lain ada perusahaan yang justru mematikan usaha warga,” paparnya.

Sementara Kabid Pelayanan Perizinan DPMPTSP Muhohyati menjelaskan bahwa terkait perizinan mini market waralaba modern, pihaknya tidak pernah memberikan izin jika di tingkat desa dan kecamatan tidak memberikan izin. “Proses perizinan mini market waralaba seperti Alfamart atau Indomaret itu dari dasar, tingkat bawah dulu. Dari desa kemudian kecamatan. Kalau mereka tidak mengizinkan, jelas kami juga tidak mengizinkan,” jelasnya.

Murohyati melanjutkan, perizinan tersebut harus diawali dengan pemenuhan syarat seperti tanda tangan warga yang berada di sekitar lokasi berdirinya mini market tersebut. “Minimal 10 rumah yang ada di sekitar lokasi pembangunan mini market itu harus menandatangani. Kemudian ke desa, kecamatan, baru ke kantor perizinan,” tandasnya. (fid/ism/jpg/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fokus Kembangkan Industri Kreatif

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus menggenjot tumbuhnya wirausahawan baru, dalam memenuhi targenya menciptakan 10.000 lapangan kerja baru bagi warganya maka Pemkab terus...

Terjaring Razia, Bikin Surat Pernyataan

WONOSOBO - Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Wonosobo terus berusaha menekan kenakalan remaja. Salah satu upaya dengan menggelar razia rutin di...

Asril USM BC Lewati Penyisihan Awal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemain PB USM Badminton Club (USM BC), Asril Muttaqin, tidak kesulitan melalui penyisihan awal tunggal anak putra, pada pertandingan hari pertama kejuaraan...

TokoMu Gerakkan Ekonomi Umat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Terobosan baru di bidang ekonomi dilakukan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang. Minggu (6/5) kemarin PD Muhammadiyah Kota Magelang meresmikan pembukaan...

Menanti Angpao di Hari Imlek

Oleh Dahlan Iskan Tentu saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan. Tapi sesekali tetap muncul kegelisahan. Ancaman kanker di...

Difabel Slawi dapat Mobil dari BI

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal kembali menyerahkan bantuan hibah...