33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Sambil Syuting, Mendaki Gunung Ungaran selama 10 Jam

Anti Mokah Klub, Kelompok Pendaki Gunung sekaligus Pembuat Film Pendek

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Mendaki gunung sekaligus membuat film pendek merupakan dua hobi yang bertolak belakang. Namun Anti Mokah Klub mampu mengembangkan dua hobi tersebut secara bersamaan. Seperti apa?

CLARISA INDA OKTAVIANA

DIPERTEMUKAN oleh hobi yang sama, Christo Christian, Clarisa Inda, Nafisa Adinna, dan Sela Khurosidah akhirnya membentuk sebuah kelompok. Mereka memberi nama kelompoknya, Anti Mokah Klub. Kelompok ini terbentuk berawal dari aktivitas mendaki gunung yang mereka lakukan pada puasa Ramadan 2017 lalu. Mereka melakukan pendakian ke Gunung Ungaran. Pendakian ini tidak dilakukan semata – mata hanya untuk mendaki, namun mereka juga melakukan pembuatan film pendek.

“Kita memang kebetulan punya hobi sama, yakni membuat film pendek. Nah, saya berencana menggabungkan hobi saya ini dengan hobi saya satu lagi, yakni naik gunung. Saya ajak mereka, dan ternyata mereka bersemangat,” kata Christo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut penuturannya, Anti Mokah Klub sendiri memiliki arti yang dalam bagi mereka. Ia menjelaskan, klub ini lahir saat pendakian pertama yang memakan waktu hampir 10 jam lamanya. Pendakian ini dilakukan di bulan puasa yang mana menuntut mereka harus menahan haus dan lapar saat mendaki. “Tapi, teman-teman saya yang berpuasa tetap kuat alias tidak mokah (tidak membatalkan puasa, Red). Makanya, kami sepakat nama kelompok ini Anti Mokah Klub,” jelasnya.

Selain itu, pendakian ini menjadi tantangan tersendiri bagi anggota klub ini. Christo yang menjadi pria satu – satunya pun secara tidak langsung memaksa untuk lebih kuat dibanding dengan tiga teman perempuan lainnya.

“Sebenarnya mendaki Ungaran itu hanya memakan waktu 3-4 jam, sih. Cuma ini kan anggotanya banyak cewek. Jadi, lebih banyak istirahatnya. Lagi pula kita memang niatnya ndaki sambil ngambil video, jadi juga banyak berhenti untuk ngambil footage video gitu,” jelasnya.

Dari hasil pendakian ini, mereka berhasil membuat sebuah film pendek yang berjudul Ungaran Cantik. Dari film ini mereka mencoba untuk kembali berkaya dengan membuat film – film pendek lainnya yang bertema alam.

“Untuk sekarang mungkin fokus kita ke pegunungan dulu. Karena memang hobinya kan naik gunung ya. Jadi, buat film pendeknya juga tentang pegunungan. Tapi, juga ada rencana untuk membuat film pendek tentang alam – alam lain seperti laut mungkin, atau air terjun gitu,” katanya.

Ia pun berharap bahwa bagusnya alam Indonesia tidak hanya dijadikan anak muda sebagai tempat bermain alam, namun juga bisa membantu pemerintah Indonesia untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia melalui media kreativitas yang ada, seperti halnya film dan lainnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Solusi Kebocoran PAD, Terapkan Retribusi Elektronik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai upaya meminimalisasi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan ujicoba penerapan pembayaran retribusi pasar dan jasa pelayanan secara...

Grogi, Persibat Tertahan di Kandang 

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2018, Persibat Batang ditahan imbang tamunya dari tanah rencong, Aceh United 1-1. Bermain di hadapan publik...

Dibekali Tips Wawancara

SEMARANG - Peluang kerja lulusan bidang kesehatan saat ini terbuka sangat lebar. Misalnya perawat, bidan, fisioterapi dan masih banyak lagi. Bahkan peluang tersebut bukan...

Rp 110 Miliar untuk 50 Embung

SEMARANG - Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya dan inovasi guna menyukseskan program 1.000 embung. Pada 2017, pemprov berencana membangun 50 embung dengan anggaran...

Wali Kota Tegal Didakwa Terima Suap Rp 8,8 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno didakwa menerima suap total mencapai Rp 8,8 miliar. Uang suap tersebut berasal dari sejumlah...

Lisensi FLEGT Dorong Daya Saing Produk Kayu

SEMARANG – Lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) menjadikan produk kayu Indonesia diizinkan masuk Uni Eropa tanpa pemeriksaan uji tuntas. Hal ini...