33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Kritik Perbedaan Perlakuan Pasien BPJS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD Jateng mendukung penuh upaya masyarakat untuk menuntut perbaikan layanan kesehatan. Sebab, diakui atau tidak pelayanan kesehatan sampai sekarang masih menyisakan berbagai problem. Terutama pelayanan yang menggunakan asuransi BPJS.

Dukungan itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi saat menemui perwakilan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jateng di kantor DPRD Jateng, kemarin. “Tidak dipungkiri masih banyak masyarakat tidak terlayani oleh BPJS. Banyak keluhan masyarakat yang kami terima mulai dari keterbatasan kamar rawat inap pasien BPJS sampai pelayanan yang belum standar. Karena itu kami mendukung upaya tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, sekarang masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya. Padahal, sesuai amanat undang-undang, perusahaan wajib memasukkan karyawannya pada BPJS. Sudah saatnya pelayanan BPJS dikritisi kembali. Ia berharap masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. “Kami akan terus mendorong perusahaan agar menjalankan amanah tersebut. Di Jateng Pemprov juga harus aktif agar pelayanan kesehatan lebih bagus,” tambahnya.

Tuntutan perbaikan layanan kesehatan dilakukan dengan melakukan aksi long march Surabaya-Jakarta. Anggota KSPI Pusat Ade Kenzo telah menjalani aksi jalan kaki sendirian dimulai dari Surabaya pada 2 September lalu. Ditargetkan tiga pekan lagi dia tiba di Istana Merdeka untuk menyuarakan tuntutan itu.

Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim  mengatakan, setidaknya ada 19 tuntutan yang dibawa Ade Kenzo untuk bisa didengarkan Presiden Joko Widodo. Tuntutan dilakukan mengingat kondisi di masyarakat yang memang sangat memprihatinkan terkait dengan pelayanan kesehatan. “Kami turut meminta dukungan masing-masing anggota DPRD. Dengan demikian tuntutan kami menjadi kuat, dan benar-benar menjadi keluhan yang harus segera dibenahi,” tambahnya.

Dari tuntutan yang akan disuarakan kepada Presiden, diantaranya seperti masih ada batasan kuota kamar rawat inap pasien BPJS dan perbedaan antara kamar rawat inap BPJS dan pasien umum. “Pasien BPJS untuk bisa mendapatkan kamar inap harus menunggu lama. Kondisi itu berbeda dengan perlakuan dengan pasien umum yang begitu cepat mendapatkan penindakan,” kata Aulia. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bahas Raperda, Banyak Dewan ’Bolos’

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Rapat paripurna DPRD Demak yang membahas persetujuan terhadap Raperda dan pencabutan tiga Perda kemarin tidak semulus yang diharapkan. Sebab, banyak kursi...

Aksi Peduli Destinasi Wisata

UNGARAN – Sampah yang berserakan akan memperburuk citra destinasi wisata. Butuh kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya. Sebagai upaya menumbuhkan cinta lingkungan, utamanya...

BPR Arto Moro Tumbuh Positif

SEMARANG—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arto Moro di Jalan Gajah Raya 155 Semarang, semakin dipercaya masyarakat setempat sebagai BPR yang tepat untuk menabung. Terbukti, kinerja...

Dagang Bakso Nyambi Jual Togel

BATANG-Maksud hati menawarkan semangkuk bakso pada polisi, Wakhid, 65, warga Desa Banjiran Kecamatan Warungasem malah dikeler polisi ke Mapolsek Warungasem. Kejadian itu bermula ketika sedang asyik...

Rektor Harus Tanggung Jawab

”Sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku, pihak kampus juga harus tanggung jawab.” Muhammad Nasir, Menristek Dikti SEMARANG - Kasus kekerasan yang masih terus terjadi...

Jatuh dari Sepeda, TKI Asal Demak Tewas di Taiwan

DEMAK - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Serkan Kidul, Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung dilaporkan tewas setelah terjatuh dari sepeda. Jasad TKI bernama...