33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Kepesertaan JKN-KIS Rendah

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

JOGJAKARTA – Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – (Kartu Indonesia Sehat (KIS) masih rendah. Program JKN-KIS yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan ini jumlah pesertanya kini masih 180 juta jiwa.

Dewan Jaminan Sosial Nasional Ahmad Ansyori mengatakan dari 180 juta jiwa peserta JKN-KIS, lebih dari 50 persen adalah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Ini membuktikan pentingnya program JKN-KIS untuk menjamin kesejahteraan rakyat di bidang kesehatan,” ungkapnya di sela National Consultation Meeting JKN-KIS Reportage di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Peserta PBI sendiri merupakan peserta dari keluarga miskin dan kurang mampu.

Sementara untuk perkembangan UHC sendiri, kini masyarakat bisa menikmati 26.971 fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut terdiri atas 21.053 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.218 Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan, 2.321 apotek, 1.003 optik, dan 376 laboratorium. Diah Ayu Puspandari, Apt, M.Kes ,MBA, PLH Pusat KP MAK FK UGM menambahkan, masih rendahnya peserta JKN-KIS,bisa jadi juga ada andil wartawan saat memberitakan terkait program pada masyarakat. “Pemberitaan yang banyak beredar saat ini sering disebutkan bahwa JKN-KIS adalah program BPJS. Namun yang sebenarnya JKN-KIS adalah program negara, dan BPJS Kesehatan adalah penyelenggaranya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, jurnalis juga lebih sering menulis layanan yang buruk dari BPJS Kesehatan. Daripada melihat sisi positif dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Jika ingin melihat sisi positif program JKN-KIS maka datanglah ke ruang katastropik seperti tempat operasi ginjal atau jantung. Disana banyak orang yang sangat tertolong dengan program JKN-KIS ini, mengingat biaya berobat yang sangat tinggi dapat dicover oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Program Director Social Protection Programme GIZ Cut Sri Rozana menjelaskan, peran jurnalis memang sangat dibutuhkan untuk menyampaikan manfaat, regulasi kepesertaan dan banyak hal lainnya terkait program JKN-KIS. “Kami berharap wartawan bisa mempengaruhi opini publik agar menggiring masyarakat untuk mengetahui lebih banyak tentang JKN-KIS,” paparnya. (eny/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...