33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Hentikan Kasus, Polda dan Kejati Jateng Digugat

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Akibat menghentikan penyidikan kasus dugaan pemalsuan surat yang menjerat tersangka Sunarjo Dharmanto dan Sudarman, pemilik Hotel Baron Indah Surakarta, Ervin gugat praperadilan melawan Polda Jateng dan Kejati Jateng sebagai termohon I dan II di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (2/10).

Dalam perkara ini, Sunarjo bertindak sebagai pengelola BPR di Solo, sedangkan Sudarman adalah advokat, keduanya dilaporkan ke Polda Jateng atas dugaan pemalsuan surat.

Usai sidang Ervin menyampaikan, gugatan diajukan atas dasar penghentian penyidikan dan penuntutan yang dianggap tidak sah dan cacat hukum. Menurutnya tindakan tersebut jelas melanggar hukum dan merugikan dirinya sebagai pemohon.

“Kami kecewa dan keberatan karena begitu mudahnya diterbitkan surat diberhentikannya penyidikan (SP3) yang dikeluarkan berdasarkan atas keterangan dan petunjuk termohon II,” kata Ervin saat ditanya menanggapi permohonannya.

Pihaknya juga menyebutkan, beberapa kejanggalan dalam penerbitan SP3 tersebut, diantaranya proses penyidikan juga telah berjalan lama, sejak 23 Februari 2015 hingga 6 September 2017 atau selama 28 bulan. Kedua tersangka tidak ditahan tapi dikenakan wajib lapor. Ia mengaku kecewa karena termohon II hanya berdasarkan melalui ekspose perkara pada 12 Agustus 2016, kemudian menggunakan pasal 139 KUHAP yang merupakan kewenangannya, dengan menyatakan yang disangkakan kepada Sunarjo dan Sudarman tidak memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Dalam kasus itu, menurutnya kedua tersangka telah membuat surat permohonan pemblokiran ke Kantor Pertanahan Kota Surakarta atas tanah Hotel Baron Indah seluas  2.900 meter persegi dengan luas bangunan 15.000 meter persegi. Tanah dan bangunan itu diajukan Sunaryo sebagai objek sita jaminan.

“Padahal, PN Surakarta telah menyatakan hal tersebut bukan merupakan objek sita jaminan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Bantuan dan Nasehat Hukum Polda Jateng, Kompol Hartono menjelaskan, sebenarnya dari penuntut umum sudah memberikan petunjuk ke pihaknya, awalnya diminta melengkapi, kemudian diberi petunjuk lagi dan dikembalikan, hingga akhirnya diberikan SP3. Ia menyampaikan, dari petunjuk akhir jaksa mengatakan kasus itu bukan tindak pidana.

“Padahal penyidik menemukan bukti yang cukup, termasuk tambahan dari keterangan ahli. Tapi jaksa mengatakan dalam suratnya, kasus ini bukan tindak pidana, akibatnya pemohon tidak terima dan kemudian ajukan gugatan praperadilan ini,” jelasnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...