32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Sulap Perca Batik Jadi Kerajinan

SEMARANG – Ragam kegiatan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Batik, Senin (2/10). Termasuk kaum difabel yang antusias mengikuti workshop membuat aneka kerajinan tangan dari kain perca batik di Rumah D.

Potongan-potongan kain batik yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan kembali menjadi rangkaian kalung, bros unik, decoupage untuk hiasan rumah hingga album foto. Keunikan corak-corak batik dalam penataan dan teknik pengolahan yang tepat menjadikannya semakin istimewa.

Perajin dan relawan yang mengisi workshop kali ini, Aurellia Amelia Nuraini Utomo mengatakan, cukup banyak barang-barang ‘tidak terpakai’ di sekitar kita termasuk perca batik yang bisa diolah kembali, sehingga memiliki nilai seni dan ekonomi.

“Untuk mini album foto ini saja contohnya. Kita bisa pakai kardus bekas atau kertas bekas undangan sebagai bahan bagian dalam, kemudian dilapisi perca. Cukup dipadu-padan warna dan corak agar tampilan lebih menarik,” ujarnya.

Pemilik label Akalpa.id kali ini mengajak rekan difabel untuk mengasah kreativitas mereka dalam bidang kerajinan tangan, khususnya dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar mereka. Beberapa teknik, tips dan trik diberikan dalam tiap workshop dengan tema-tema yang berbeda.

“Selain bisa menjadi hobi, menekuni bidang crafting juga bisa untuk mengisi waktu mereka. Berbagai hasil kerajinan mereka yang memiliki nilai seni dan nilai ekonomi ini tentunya juga akan menjadi kebanggaan atau bisa juga menjadi usaha,” ujarnya. (dna/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here